top ear
Seorang legislator sudah masuk lanjut usia, Suparni, 69, tetap mengikuti vaksinasi oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Senin (22/2/2021). (Solopos/Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Seorang legislator sudah masuk lanjut usia, Suparni, 69, tetap mengikuti vaksinasi oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Senin (22/2/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Jadi Prioritas, 5,8 Juta Guru Akan Divaksinasi Covid-19

Mendikbud Nadiem Makarim menagertkan 5,8 juta guru dan tenaga pengajar divaksinasi Covid-19 yang akan selesai pada Juni 2021.
Diterbitkan Kamis, 25/02/2021 - 09:07 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah menargetkan 5,8 juta guru dan tenaga pengajar di seluruh Indonesia divaksinasi Covid-19.

Hal ini mengingat interaksi fisik antara guru dan siswa sangat penting dan dibutuhkan saat ini. Semakin cepat guru divaksinasi, semakin cepat pula kegiatan belajar tatap muka di sekolah dapat dimulai.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk guru ini selesai pada Juni 2021. Sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa dimulai saat tahun ajaran baru pada Juli 2021.

Baca Juga: Pedagang Pasar Gede Solo Harap-Harap Cemas Jelang Vaksinasi Covid-19

"Memang harapan kita, kalau vaksinasi bisa selesai sampai akhir Juni, bulan Juli 2021 itu kan tahun ajaran baru. Berarti tahun ajaran baru pada 2021, Insya Allah sekolah sudah bisa mulai. Mungkin bukan 100 persen kapasitas, tapi paling tidak masuk dua kali atau tiga kali seminggu, atau dengan sistem rotasi, karena protokol kesehatan harus tetap dijaga," terang Nadiem dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Rabu (25/2/2021).

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof Unifah Rosyidi mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah saat ini.

Baca Juga: Pendaftar UMKM Virtual Expo Membeludak, Tren Bagus Perekonomian

"Saya merasa sangat bersyukur, bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah, Presiden, Menteri Kesehatan, Mendikbud yang menjadikan kami para guru sebagai prioritas," beber Unifah.

PGRI sejak awal sangat antusias dan mendukung program vaksinasi Covid-19 untuk guru ini. Unifah sendiri menjadi salah satu penerima vaksinasi pertama, yang disuntik bersama-sama dengan Presiden Jokowi di Istana pertengahan Januari 2021 lalu.

Baca Juga: Kakak Beradik Madiun Buka Warung Soto Murmer Rp1.000, Alasannya Bikin Terenyuh

Guru Jadi Contoh dan Teladan

Hingga saat ini, PGRI tetap aktif melakukan kegiatan edukasi terkait vaksinasi Covid-19 kepada para guru dan tenaga pendidik. Menurut Unifah, guru haruslah menjadi contoh dan teladan.

“Bahwa vaksinasi ini adalah salah satu cara pencegahan yang paling efektif untuk memutus rantai penyebaran, tetapi hidup sehat dengan protokol kesehatan tetap menjadi hal yang utama," tambah dia.

Baca Juga: Wow! Tambahan Penghasilan Sekda Sragen Capai Rp18 Juta/Bulan

Ia pun berharap dengan telah dimulainya program vaksinasi kepada para guru dan tenaga pengajar ini, proses belajar mengajar dapat dimulai kembali.

"Guru dapat kembali ke kelas dan melihat gairah belajar dari anak-anak didik, melihat anak-anak tumbuh dan berkembang, guru-guru merasa aman bekerja dan anak-anak merasa terlindungi. Dengan begitu, proses pendidikan sebagai bagian yang sangat penting untuk membentuk SDM unggul di negara ini dapat kembali dilaksanakan seperti sebelumnya," ucap dia.

Baca Juga: Tips Menyusui Bagi Ibu Positif Covid-19, Aman Kok!


Editor : Profile Nugroho Meidinata
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya