Jadi Kota Tertua di Jawa, Ternyata Salatiga Punya Kuliner Zaman Mataram

Menjadi kota tertua di Pulau Jawa, Salatiga ternyata mempunyai kuliner legendaris yang sudah eksis sejak zaman Mataram hlo.
SHARE
Jadi Kota Tertua di Jawa, Ternyata Salatiga Punya Kuliner Zaman Mataram
SOLOPOS.COM - Kantor Wali Kota Salatiga merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota tersebut. (Dok. Solopos.com-Humas Pemkot Salatiga)

Solopos.com, SALATIGA — Jadi kota tertua di Pulau Jawa, ternyata Salatiga, Jawa Tengah, mempunyai kuliner legendaris yang sudah eksis sejak zaman Mataram.

Dilansir Salatiga.go.id, Minggu (22/5/2022), ada beberapa sumber yang dijadikan dasar yang menyatakan bahwa Salatiga adalah salah satu kota tertua di Indonesia. Dari beberapa sumber tersebut, Prasasti Plumpungan dijadikan dasar informasi terkait hari lahir Kota Salatiga. Dalam prasati itu tercantum bahwa Kota Salatiga berdiri pada 750 Masehi.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Salatiga juga menempati urutan kedua dari 10 kota tertua di Indonesia. Posisi pertama adalah Palembang, kemudian posisi ketiga ada pada Kediri, kemudian Magelang, Banda Aceh, Surabaya, Baubau, Ambon, Tegal dan Padang.

Baca Juga:  Diyakini Masih Ada, Bagaimana Wujud Harimau Jawa?

Disebut sebagai kota tertua di Pulau Jawa, Salatiga memiliki kuliner tumpang koyor yang diyakini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram.

Kuliner lezat yang satu ini sangat sederhana, karena warnanya tidak begitu mencolok.

Ekspedisi Energi 2022

Baca Juga: Foto Profil Gibran di Instagram Bikin Kaget, Netizen: Dihack Kaesang?

tumpang koyor salatiga
Tumpang koyor khas Salatiga. (Indonesia.go.id)

Bahkan sekilas penampilannya kurang menarik karena tampak buram. Namun, siapa sangka di balik penampilan yang biasa saja itu tersimpan rasa yang luar biasa. Cita rasa makanan yang satu ini sangatlah gurih, pedas, asin, manis, dan sedikit asam.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, yang menjadi ciri khas dari tumpang koyor khas Salatiga adalah bahan bakunya yang menggunakan tempe semangit atau di masyarakat Jawa disebut tempe bosok alias busuk. Bahan utama lainnya yang tidak boleh ketinggalan adalah daging tetelan dan koyor alias tunjang.

Baca Juga: Tak Hanya Jateng, Semarang Juga Termasuk Kota Terpanas di Indonesia

Peneliti sejarah kuliner dan dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko mengatakan bahwa kuliner legendaris dari kota tertua di Pulau Jawa ini ini sudah ada sejak dua abad lalu. Hal itu tertulis di Serat Centhini dari tahun 1814 hingga 1823 yang menyebutkan bahwa ada sambal tumpang di Bumi Mataram.

Dalam serat itu menceritakan bahwa banyak tokoh masyarakat yang melakukan perjalanan mengelilingi desa-desa di Pulau Jawa. Mereka memasuki kampung-kampung demi mengumpulkan berbagai pengetahuan. Salah satunya ialah pengetahuan kuliner.

Baca Juga: Heboh Kisah KKN di Rumah Kosong Klaten, Mana Lokasinya?

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago