Jadi Kata Terpopuler di Pencarian Google, Ini Arti Ghosting

Istilah "ghosting", menjadi kata paling populer dan banyak dicari di Indonesia sepanjang tahun ini.
Jadi Kata Terpopuler di Pencarian Google, Ini Arti Ghosting
SOLOPOS.COM - ilustrasi (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Istilah “ghosting”, menjadi kata paling populer dan banyak dicari di Indonesia sepanjang tahun ini. Dalam daftar Google Year In Search 2020, ‘ghosting’ berada di urutan pertama untuk kategori pencarian ‘Apa itu…’

Istilah ghosting sebenarnya tidak merujuk pada konteks mistis, tetapi ini merupakan istilah yang populer dalam dunia percintaan. Menurut Healthline, ghosting adalah ketika satu individu tiba-tiba menghilang dari kehidupan seseorang tanpa melakukan kontak sama sekali, baik melalui telepon, pesan singkat, email, atau media lainnya.

Hal ini biasanya terjadi saat pria dan wanita masih dalam tahap PDKT atau kencan dan dilakukan saat seseorang tidak ingin lagi berkencan tapi tak kuasa mengakhiri hubungan. Kemudian, dia dengan sengaja menghilang tanpa kejelasan. Harapannya teman kencannya tersebut sadar sendiri kalau dirinya sudah tidak tertarik dan hubungan tak mungkin diteruskan.

Prioritas Bantuan Langsung Tunai Desa Di Masa Pandemi Covid-19

Pelaku ghosting biasanya akan menghilang setePrioritas Bantuan Langsung Tunai Desa Di Masa Pandemi Covid-19lah komunikasi intens atau beberapa kali pergi kencan. Bahkan bisa terjadi ketika kamu sudah dalam komitmen hubungan. Bahkan, menghindar untuk bertemu secara fisik. Perilaku ini tentu lebih menyakitkan daripada cinta ditolak atau putus karena korban ghosting tidak mendapat kejelasan.

Melansir dari wolipop.detik.com, perilaku ini sebenarnya bukan hal baru dalam percintaan, bahkan sudah ada studi tentang strategi mengakhiri hubungan pada 1970-an, salah satunya dengan menghindar. Namun di era aplikasi kencan online seperti Tinder, Bumble atau OK Cupid, fenomena ghosting makin marak dalam sepuluh tahun terakhir. Sehingga, mejadi fenomena umum di dunia kencan modern dan juga di lingkungan sosial dan profesional lainnya.

Korban Ghosting

Berdasarkan survei yang dilakukan Elle US, terungkap ada 26% wanita dan 33% pria pernah melakukan ghosting maupun menjadi korban ghosting. Sementara 24% wanita dan 17% pria mengaku pelaku ghosting tetapi tidak pernah di-ghosting.

Merujuk dari hasil survei tersebut pelaku ghosting tidak dapat dikategorikan sebagai orang jahat yang tidak menghargai perasaan orang lain. Ada banyak alasan psikologis mengapa seseorang melakukan ghosting. Tetapi, pada intinya ghosting itu tentang menghindari konfrontasi, menghindari percakapan yang sulit, dan menghindari menyakiti perasaan seseorang.

Usir Bosan, Isi Liburan di Rumah Saja dengan Mengasah Kreativitas Anak

Menurut sebuah studi ilmiah, ghosting adalah cara terburuk untuk mengakhiri hubungan. Sebab dikhawatirkan dapat mengakibatkan konflik yang lebih rumit di kemudian hari dan memicu lebih banyak kemarahan serta rasa sakit.

Meskipun begitu, penting untuk membedakan fenomena ‘ghosting’ dengan melarikan diri dari hubungan yang tidak aman atau kasar. Setiap orang memiliki hak untuk melarikan diri dari hubungan yang membuatnya tidak aman secara fisik dan emosional. Namun kalau tujuannya menghilang untuk menghindari konflik mungkin hal itu bisa pertimbangkan cara yang lebih baik untuk mengakhirinya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago