Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Izin WanaArtha Dicabut OJK, Transaksi Gelap Asuransi Naik 284,8 Persen

Hingga Oktober 2022, jumlah transaksi mencurigakan asuransi mencapai angka 2.155 kasus. Jumlah ini naik 284,8 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2021 yang hanya 560 kasus. 
SHARE
Izin WanaArtha Dicabut OJK, Transaksi Gelap Asuransi Naik 284,8 Persen
SOLOPOS.COM - Ilustrasi asuransi (Pictagram)

Solopos.com, JAKARTA — Hingga Oktober 2022, jumlah transaksi mencurigakan asuransi mencapai angka 2.155 kasus. Jumlah ini naik 284,8 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2021 yang hanya 560 kasus.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) hari ini, Senin (5/12/2022). Pencabutan izin tersebut dilakukan karena Wanaartha Life tidak dapat memenuhi rasio solvabilitas (risk based capital) yang ditetapkan oleh OJK sesuai ketentuan yang berlaku.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Hal itu disebabkan Wanaartha Life tidak mampu menutup selisih kewajiban dengan aset, baik melalui setoran modal oleh pemegang saham pengendali atau mengundang investor. Tingginya selisih antara kewajiban dengan aset merupakan akumulasi kerugian akibat penjualan produk sejenis saving plan.

Wanaartha Life menjual produk dengan imbal hasil pasti yang tidak diimbangi kemampuan perusahaan mendapatkan hasil dari pengelolaan investasinya. “Kondisi ini direkayasa oleh PT WAL [Wanaartha Life] sehingga laporan keuangan yang disampaikan kepada OJK maupun laporan keuangan publikasi tidak sesuai kondisi sebenarnya,” demikian ungkap OJK seperti dikutip dari siaran pers.

Maraknya kasus investasi yang melibatkan perusahaan asuransi, termasuk kasus Wanaartha Life, semakin mengonfirmasi kerawanan praktik tindak pidana di sektor ini. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa jumlah transaksi mencurigakan di sektor asuransi melonjak tinggi.

Sampai dengan bulan Oktober 2022, jumlah transaksi mencurigakan asuransi mencapai angka 2.155 kasus. Jumlah ini naik 284,8 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2021 yang hanya 560 kasus. Tren peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi di pasar modal.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca Juga: OJK Optimistis Kredit Perbankan Tetap Tumbuh pada 2023

Data Laporan Statistik PPATK Edisi Oktober 2022 menunjukkan bahwa jumlah transaksi keuangan mencurigakan di sektor pasar modal sampai Oktober 2022 mencapai 1.033 laporan atau naik sebanyak 20,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 855 laporan. Peningkatan itu melanjutkan tren pada tahun 2021 (full year).

PPATK mencatat sepanjang 2021, jumlah transaksi gelap di sektor pasar modal yang mencapai 1.096. Angka ini melonjak lebih dari 100 persen dibandingkan dengan 2020 yang hanya 443 kasus. PPATK dikabarkan tengah menjalin koordinasi dengan OJK untuk memerangi praktik tindak pidana pencucian uang di sektor finansial dan pasar modal.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Izin WanaArtha Dicabut OJK, ‘Transaksi Gelap’ Asuransi Naik 284,8 Persen!



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode