Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Istri Digoda, Perangkat Desa di Rembang Palsukan Kematian Tetangga

Seorang perangkat desa di Rembang, Jawa Tengah (Jateng), memalsukan kematian tetangganya hingga terbit akta kematian akibat istrinya kerap digoda.
SHARE
Istri Digoda, Perangkat Desa di Rembang Palsukan Kematian Tetangga
SOLOPOS.COM - Ilustrasi akta kematian. (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, REMBANG — Seorang perangkat desa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), MA, 51, harus berurusan dengan hukum. Penyebabnya, MA memaluskan data kematian tetangganya hingga terbit akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rembang.

Padahal, tetangga MA itu hingga kini masih hidup dan dalam kondisi sehat bugar. MA, rupanya memalsukan data kematian tetangganya itu karena sakit hati atau dendam pribadi.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

MA memalsukan data kematian wanita yang menjadi tetangganya, SM, karena suami korban, L, pernah menggoda istrinya.

Baca juga: Sirup Kawista, Java Cola Khas Rembang

Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan, mengatakan MA menaruh dendam pribadi dengan suami korban berinisial L. Keduanya juga kerap terlibat cekcok atau pertengkaran.

“Jadi dendamnya bukan dengan wanita yang dipalsukan sudah meninggal dunia, tapi dengan suami korban, berinisial L,” kata Kapolres Rembang, dikutip dari laman Internet Divisi Humas Polri, Selasa (29/3/2022).

Tersangka pun kemudian memalsukan tanda tangan Sekretaris Desa Jeruk, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, dan tanda tangan suami korban untuk membuat akta kematian SM.

Akibat terbitnya akta kematian itu, keluarga korban pun tidak menerima bantuan pemerintah dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sejak Oktober-Desember 2021 yang nilainya mencapai Rp4.350.000.

“Selama 3 bulan tidak menerima PKH senilai Rp3.750.000 dan BPNT 3 bulan Rp600.000. Jadi totalnya Rp4.350.000. Motif tersangka ingin balas dendam,” ujar Kapolres Rembang.

Baca juga: Dibantu Kapolri, Penderita Tumor Rembang Dijemput Pakai Helikopter

Peristiwa pemalsuan dokumen kematian yang dilakukan MA ini terungkap setelah Sekretaris Desa Jeruk akan membuat laporan rutin bulanan. Dari situ, ia mengetahui ada akta kematian atas nama SM yang masih hidup.

Setelah dilakukan penelusuran ke Disdukcapil Rembang, akhirnya diketahui jika terbitnya akta kematian SM itu merupakan perbuatan MA. Merasa dirugikan, korban akhirnya melapor ke polisi.

Sementara itu, MA mengaku jengkel dengan suami SM, L, karena istrinya pernah digoda. Namun saat diperingatkan MA, L justru mengancam tersangka dengan kata-kata kasar.

MA pun akhirnya berinisiatif memalsukan akta kematian istri L, SM. Hal ini dilakukan supaya keluarga L tidak menerima bantuan dari pemerintah.

“Masalahnya goda isteri saya. Pernah ngancam-ngancam, bentak-bentak. Pemalsuan ini saya lakukan sendiri, enggak ada [keterlibatan] orang lain,” ujar MA saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Rembang, Selasa.

Atas perbuatannya itu, MA pun dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan. Ia pun terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode