Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Isteri Keguguran, Perasaan Sedih Suami Jangan Diabaikan!

Jangan abaikan perasaan suami yang kehilangan saat isteri keguguran.
SHARE
Isteri Keguguran, Perasaan Sedih Suami Jangan Diabaikan!
SOLOPOS.COM - Ilustrasi suami sedih kala isteri keguguran (Freepik)

Solopos.com, SOLO--Saat isteri keguguran, perasaan suami seperti Atta Halilintar sebenarnya juga berduka dan bersedih.  Dalam video di YouTube Atta Halilintar terlihat Atta menguatkan Aurel, tapi dia juga amat bersedih saat sang istri kembali menangis mengingat kondisi tersebut.

"Karena kalau dia [Aurel] nangis walau bakal aku kuatin tapi sebenarnya aku bakal lebih nangis daripada dia gitu," kata Atta Halilintar.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Dalam peristiwa keguguran, sudah pasti isteri yang terpukul akan hal tersebut. Pria seperti Atta Halilintar juga berduka atas kehilangan tersebut tapi sayang kerap dilupakan dan diabaikan. Padahal sebaiknya perasaan suami kala isteri keguguran jangan diabaikan. Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Baca Juga: Selain Cita Citata, Deretan Artis Ini Mengidap Autoimun

Dikutip dari TheAsianParent, Jumat (21/5/2021), pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengungkapkan perasaan dukanya saat isterinya keguguran hingga tiga kali. Mark Zuckerberg mengatakan bahwa peristiwa tersebut adalah pengalaman pribadi yang dia tanggung sendirian dalam sepi.  Ini membuktikan bahwa kaum pria sebenarnya juga berduka namun mereka tidak leluasa mengungkapkan perasaan sedih mereka.

"Saat keguguran, pria kerap dilupakan kalau tengah berduka," kata psikolog Sharon Covington mengutip Time.

"Biasanya, wanita yang mendapat perhatian ini tapi pasangannya juga merasakan kesedihan," Covington melanjutkan.

Studi menunjukkan bahwa proses emosi yang dilewati pria menghadapi keguguran pasangan memang berbeda-beda. Tidak semua pria sedih berlama-lama. Studi menunjukkan bahwa pria mengalami alami kecemasan dan depresi usai usai istri keguguran meski dalam periode yang singkat.

Dalam studi di Inggris terhadap 323 pria, fakta menunjukkan bahwa kaum Adam ini tidak terlalu aktif memerlihatkan kesedihan dibandingkan pasangannya. Namun, pria rentan mengalami perasaan putus atas dan kesulitan dalam mengatasi rasa putus asa sekitar delapan minggu setelah kehilangan.

Tingkat kesedihan pria semakin tinggi bila usia kehamilan semakin tua dan sempat mengikuti ketika istri melakukan pemeriksaan USG.

"Memang para pria ini tidak terlalu memperlihatkan atau mengungkapkan kesedihan karena takut hal itu malah membuat mental sang istri runtuh," kata psikolog yang mengkhususkan diri di bidang reproduksi di University of Michigan, Irving Leon.

Baca Juga: Pura-Pura Sakit untuk Mendapat Perhatian? Bisa Jadi Mengidap Sindrom Ini

Namun Direktur Komunikasi dan Pendanaan di Mental Health Foundation UK,  Mark Rowland, menekankan para suami sebaiknya lebih bisa mengungkapkan perasaan mereka saat isteri keguguran. Ini adalah langkah utama yang penting untuk mencegah terjadinya masalah mental. Suami harus mengakui rasa sakit akibat kehilangan itu sebelum mereka menemukan cara untuk menyembuhkannya.

The Misscarriage Association dalam buku berjudul Panduan Menghadapi Keguguran bagi Pria dan Wanita menyarankan agar para suami tidak menyembunyikan tangis saat isteri keguguran. Menangislah bersama pasangan, jika memang itu diperlukan. "Biacara adalah hal penting yang harus dilakukan pasangan suami isteri. Bicara dapat membantu Anda berdua untuk mengungkapkan apa yang terjadi dan menyadari situasi yang terjadi," tulis  The Misscarriage Association seperti mengutip theasianparent.com.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode