Isolasi Pasien OTG Covid di Magelang Terpusat di 2 RS
Solopos.com|jateng

Isolasi Pasien OTG Covid di Magelang Terpusat di 2 RS

RS Candi Umbul dan RS Bukit Menoreh dijadikan tempat isolasi terpusat pasien Corona atau Covid-19 khusus tanpa gejala (OTG) Kabupaten Magelang.

 Solopos.com, MAGELANG — RS Candi Umbul dan RS Bukit Menoreh dijadikan tempat isolasi terpusat pasien Corona atau Covid-19 khusus tanpa gejala (OTG) Kabupaten Magelang.

Mengutip Detik.com, Kamis (24/6/2021), langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19 di Kabupaten Magelang.

“Kami menyiapkan untuk isolasi terpusat tingkat kabupaten di RS Candi Umbul dan RS Bukit Menoreh. Isolasi terpusat segera bisa dimanfaatkan apabila terjadi kasus yang memang memerlukan penanganan untuk itu,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

Baca Juga : Ubi Magelang Ini Tembus Pasar Asia karena Cita Rasanya

Nanda menyebut RS Candi Umbul dan RS Bukit Menoreh itu bakal dikhususkan sebagai tempat isolasi bagi pasien OTG. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Magelang.

“Rumah Sakit Candi Umbul itu bukan untuk penanganan kesehatan, tapi hanya untuk karantina atau isolasi yang bagi yang tanpa gejala. Jadi orang sehat, tapi positif supaya lebih aman kami dorong ke sana,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang itu.

Terakhir, sebanyak 108 warga di tiga dusun Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terpapar Covid-19. Mereka diduga terpapar dari klaster takziah.

Baca Juga : Yuk! Petik Stroberi di Kebun Sawangan Magelang

“Perkembangan terkini kasus positif di Kecamatan Grabag di Sidogede ada 108 ini masyarakat yang positif. Yang tiga di rumah sakit, sisanya melaksanakan isolasi mandiri,” kata Camat Grabag, Sri Utari.

Ke-108 warga yang terpapar Corona ini terdiri atas Dusun Kalangan 30 orang, Dusun Pagonan 75 orang dan Dusun Kaligintung ada 3 orang. Warga dari tiga dusun yang terpapar Covid-19 ini diduga dari klaster takziah.

“Diduga itu ada warga masyarakat yang meninggal karena di situ banyak kerumunan. Banyak yang datang (melayat) dari Pantura, dari Demak, Jepara untuk takziah ke situ, tempatnya tidak terlalu luas. Setelah itu banyak warga lapor pulang dari situ sakit. Selang 1-2 hari, tidak langsung sakit. Nah terus dilakukan swab dan jumlah yang positif meledak,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago