Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ironi Indonesia, Muslim Terbanyak tapi Tertinggal Jauh di Pasar Produk Halal

Indonesia meski memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak nyatanya masih tertinggal jauh dalam memanfaatkan potensi pasar produk halal, baik makanan maupun fashion dunia.
SHARE
Ironi Indonesia, Muslim Terbanyak tapi Tertinggal Jauh di Pasar Produk Halal
SOLOPOS.COM - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Juan Permata Adoe, memaparkan materi tentang Outlook Halal Dunia dalam talkshow Economy Outlook, Selasa (6/12/2022). (Youtube Espos Live)

Solopos.com, SOLO — Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia ternyata masih tertinggal jauh di pasar produk halal dunia. Indonesia tertinggal dalam memanfaatkan potensi pasar produk halal.

Ranking negara eksportir produk halal dan produk muslim baik makanan maupun fashion saat ini justru didominasi negara-negara bukan mayoritas muslim. Seperti Brasil, India, Amerika Serikat (AS), Rusia, Argentina, China, India, hingga Bangladesh.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

RI hanya menduduki ranking 19 negara eksportir produk makanan halal. Begitu juga di ekspor produk fashion muslim, Indonesia berada di ranking 18. Ironisnya lagi, Indonesia menduduki ranking pertama sebagai tujuan pemasaran produk makanan halal di dunia.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Begitu juga di sektor negara pasar terbesar produk fashion muslim, Indonesia berada di ranking lima. Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Juan Permata Adoe, saat menjadi pemateri Talkshow Economy Outlook 2023 bertema Prospek Ekonomi di Tengah Harap-Harap Cemas Politik, Selasa (6/12/2022).

Talkshow itu digelar Solopos Media Group (SMG) dengan didukung Epson dan PLN. Acara yang menghadirkan lima pembicara itu disiarkan live di kanal Youtube Espos Live.

Baca Juga: Prospek Ekonomi 2023, Perang hingga Kenaikan Suku Bunga bakal Picu Resesi Dunia

Juan menilai pasar produk halal dan produk muslim dunia merupakan pilihan yang menjanjikan bagi Indonesia di tengah bayang-bayang resesi global 2023. “Kalau mau lihat kondisi sekarang, pada pertemuan dengan Wapres beberapa waktu lalu, Indonesia harus menjadi halal hub 2024. Ini memberikan satu outlook gambaran pasar halal global,” ujarnya.

Berdasarkan data, Juan menjelaskan jumlah penduduk muslim di dunia mencapai 1,9 miliar. Potensi pasar pangan halal dunia pada 2019 di angka USD1,17 triliun. Diprediksi, angka itu meningkat menjadi USD1,38 triliun.

Ruang Pertumbuhan Produk Halal

Begitu juga pasar fashion muslim dunia pada 2019 di angka USD227 triliun, diprediksi jadi USD311 triliun pada 2024. “Ini gambaran Indonesia masih punya ruang pertumbuhan untuk produk-produk halal di pasar dunia,”papar dia.

Baca Juga: Pengamat: Indonesia Layak Optimistis di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Juan menambahkan akan melakukan antisipasi dan mengupayakan produk halal menjadi bagian flagship Indonesia ke depan. “Ruang kita hanya satu tahun ke depan. Pangsa pasar halal makanan 29,6 persen, keuangan syariah 52,16 persen, serta fashion 6,04 persen,” ujarnya.

Juan menjelaskan posisi Kadin membantu percepatan dengan mengadopsi digitalisasi dan teknologi industri di berbagai sektor. Selain itu meningkatkan kapasitas produksi nasional dan mempersiapkan fasilitasi kemitraan inklusif dengan closed look ecosystem. Langkah itu dilakukan agar jadi bagian kerangka peningkatan industri dalam negeri.

“Meningkatkan daya saing kita untuk produk-produk luar. Peningkatan pemerintah, perusahaan, UMKM, dan kelembagaan keuangan dan market access bisa tergerak bila ada sinkronisasi dalam pelaksanaan kegiatannya. Persiapan ini sudah dilakukan, sehingga dalam persiapan untuk warung yang diangkat jadi UMKM naik kelas,” katanya.

Baca Juga: 3 Prasyarat Jokowi Bisa Jadi King Maker pada Pemilu 2024

Selain Juan Permata Adoe, talkshow tersebut menghadirkan Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi.

Kemudian Executive Vice President Perencanaan Strategis Korporat PLN, Harlen, dan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode