[x] close
top ear
Kades Pokak, Sutjiati, berpose di depan Istana Negara mini di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jateng, Selasa (7/7/2020). (Solopos.com/Ponco Suseno)
  • SOLOPOS.COM
    Kades Pokak, Sutjiati, berpose di depan Istana Negara mini di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jateng, Selasa (7/7/2020). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Instagramable! Ada Istana Negara Mini di Pokak Klaten, Ayo Selfie!

Istana Negara mini selesai dibangun di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Diterbitkan Selasa, 7/07/2020 - 15:55 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN — Tak perlu jauh-jauh datang ke DKI Jakarta jika hanya ingin melihat Istana Negara Republik Indonesia (RI). Di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah telah berdiri Istana Negara dengan ukuran mini.

Lokasi Istana Negara mini ini berada di kompleks rumah salah seorang anak dari Mbah Lurah di Pokak, yakni Wahyu Dermawan. Lokasi Istana Negara mini itu tak jauh dari perlintasan Mbah Ruwet, yakni perlintasan dengan palang pintu manual.

Sesuai namanya, Istana Negara mini dinilai sangat mirip dengan bentuk aslinya di Jakarta. Kemiripan Istana Negara mini yang ada di Pokak dengan di Istana Merdeka RI terletak si bagian depan.

Penasihat Hukum Keluarga Korban Tabrak Lari Flyover Manahan Solo Tak Tahu Soal Temuan Pelat Nomor

Istana Negara mini dilengkapi dengan sejumlah pilar yang menjulang tinggi. Istana Negara mini itu juga dicat dengan dominasi warna putih.

Di depan Istana Negara mini di Pokak, Klaten itu juga dilengkapi tiang bendera. Setiap harinya, Bendera Merah Putih juga berkibar di tiang tersebut.

Istana Negara mini di Pokak nerukuran kurang lebih 20 meter X 8 meter. Istana Negara mini ini diproyeksikan sebagai meeting room bagi pengunjung di Griya Mbah Lurah. Nantinya, Istana Negara mini ini akan dilengkapi dengan air conditioner (AC) dan fasilitas pendukung meeting lainnya.

Dibangun 4 Tahun

Pemilik sekaligus istri dari Wahyu Dermawan, Andrina Cahyaningrum, 46, mengatakan pembangunan Istana Negara mini itu dimulai pada 2016 dan selesai pada 2020. Tukang bangunan yang membangun juga dari Desa Pokak.

"Bahan bangunan juga dari sini. Total anggaran yang dibutuhkan membangun Istana Negara mini itu senilai 200 juta. Nanti masih dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya," katanya saat ditemui wartawan di rumahnya di Pokak, Ceper, Klaten, Selasa (7/7/2020).

Viral, Rombongan Pesepeda Keroyok Bocah ABG Terekam Kamera CCTV

Andrina mengatakan keberadaan Istana Negara mini itu menjadi upaya menarik pengunjung di Griya Mbah Lurah. Sesuai rencana, Griya Mbah Lurah yang menyediakan kopi, aneka makanan, minuman, serta bisa dipakai untuk meeting room, pernikahan, dan lainnya itu akan di-launching Agustus mendatang.

Selain Istana Negara mini, manajemen Griya Mbah Lurah Pokak, Klaten juga membangun pelataran Candi Ratu Boko mini, fasilitas outbond, kolam renang, sarana olahraga, dan lainnya.

"Agar menarik, kami harus membiki spot foto yang menarik. Di samping itu, harus ada gimmick yang unik juga agar instagramable. Banyak juga orang yang sudah datang ke sini untuk swafoto dengan latar belakang istana negara mini itu. Terutama saat akhir pekan [dari teman, tetangga, dan kolega Griya Mbah Lurah]," katanya.

Kades Pokak

Hal senada dijelaskan Kepala Desa (Kades) Pokak, Sutjiati. Gagasan membangun Istana Negara mini itu murni datang dari salah seorang anaknya, Wahyu Dermawan. Sehari-harinya, Wahyu Dermawan bekerja di bidang pengembang alias developer.

"Yang sangat mirip dengan Istana Negara itu tampilan depannya dan warna catnya. Lalu ada pilar utamanya. Di tengah pandemi Covid-19 ini, bagi pengunjung yang masuk diwajibkan menaati protokol pencegahan Covid-19. Rencananya, memang Agustus mendatang akan di-launching," katanya.

Gempa Bumi M 6,1 Guncang Jepara Tak Berpotensi Tsunami

Sutjiati mengatakan Istana Negara mini di Pokak, Klaten itu diproyeksikan sebagai meeting room bagi para pejabat yang ingin memperoleh pelayanan di Griya Mbah Lurah. Diharapkan dengan cara seperti itu, para pejabat yang datang ke Istana Negara mini dapat merakyat alias membaur dengan rakyat.

"Yang sudah datang ke sini tamu dari kementerian, anggota DPR, hingga pejabat di Klaten. Di lokasi ini, mereka juga bisa berbaur dengan masyarakat. Jadi harapan dengan berdirinya istana negara mini ini, yakni para pemimpin bisa terus merakyat," katanya.


Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini