Inspiratif! Petani Muda Jatipurno Wonogiri Bagi-bagi 5.000 Bibit Sayuran untuk Warga Terdampak Covid-19

Seorang petani muda asal Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, Tarmin berdonasi 5.000 bibit tanaman untuk warga terdampak Covid-19.
Inspiratif! Petani Muda Jatipurno Wonogiri Bagi-bagi 5.000 Bibit Sayuran untuk Warga Terdampak Covid-19

Solopos.com, WONOGIRI – Demi membantu ketahanan pangan masyarakat di tengah badai pandemi Covid-19, seorang petani muda asal Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, Tarmin berdonasi 5.000 bibit tanaman.

Pandemi Covid-19 memang memukul telak segala lini kehidupan masyarakat. Tak sedikit karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan oleh perusahaan mereka. Para pekerja sektor informal kehilangan sumber penghasilan untuk menopang dan menjaga keberlangsungan hidup.

Tarmin sendiri membagikan bibit tanaman secara gratis kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Kecamatan Jatipurno, Jatiroto, Jatisrono, dan Slogohimo. Jenis bibit sayuran yang dibagikan yakni cabai dan terong.

Baca Juga: Ratusan Napi dan Tahanan Sragen Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

“Ada 4.400 bibit cabai dan 600 bibit terong. Total bibit sayuran yang dibagikan sebanyak 5.000 bibit. Pembagian bibit sayuran dilakukan selama dua hari pada Kamis (22/7/2021) dan Jumat (23/7/2021),” kata Tarmin, saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Tarmin menyebut target penerima bibit sayuran sebanyak 200 orang. Satu orang menerima sekitar 25 bibit. Proses pengambilan bibit sayuran bisa diwakili satu-dua orang untuk mengantisipasi kerumunan. Misalnya, satu desa bisa diwakili satu orang yang mengambil bibit sayuran di kebun bibit Griya Amanah di wilayah Jatipurno.

Penyebaran informasi pembagian bibit sayuran gratis dilakukan lewat jejaring media sosial (medsos). “Masyarakat terutama kalangan ibu-ibu sangat antusias karena ingin menanam sayuran di halaman rumah. Mereka rela menempuh jarak puluhan kilometer untuk mengambil bibit sayuran,” ujar Tarmin.

Aksi bagi-bagi bibit sayuran ini bertujuan mendorong ketahanan pangan keluarga saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat di luar rumah. Beragam usaha kuliner tutup lantaran omzet penjualannya terjun bebas akibat penerapan PPKM.

Masyarakat bisa memanen cabai dan terong dalam waktu dua bulan. “Jika serius dan tekun, tak butuh waktu lama untuk memanen tanaman cabai dan terong. Kurang lebih hanya dua bulan, hasil panen bisa dinikmati,” papar Tarmin.

Baca Juga: Sejak Januari Terjadi 51 Kebakaran di Grobogan, Kerugian Rp6,5 Miliar

Selain itu, berkebun di halaman rumah dipercaya bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga selalu berpikiran positif. Hal ini sangat berguna saat kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama akibat wabah Covid-19.

Aksi donasi bibit sayuran rupanya kerap dilakukan petani muda Wonogiri itu sejak munculnya pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Sebelumnya, Tarmin melakukan hal serupa dengan membagikan ratusan bibit buah-buahan seperti alpukat dan pisang pada tahun lalu. “Saya mengajak masyarakat untuk menumbuhkan dan menguatkan solidaritas pada masa pandemi Covid-19. Banyak masyarakat lain yang membutuhkan uluran tangan,” kata dia.


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago