Innalillahi! 128 Nakes di Jateng Meninggal karena Covid-19, 64 Dokter

Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng) menyebut sudah ada 128 tenaga kesehatan atau nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19, 64 di antaranya dokter.
SHARE
Innalillahi! 128 Nakes di Jateng Meninggal karena Covid-19, 64 Dokter
SOLOPOS.COM - Ilustrasi dokter. (Freepik.com)

Solopos.com, SEMARANG — Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban keganasan virus corona atau Covid-19 selama pandemi berlangsung. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, total nakes yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 mencapai 128 orang, di mana 64 orang di antaranya berprofesi sebagai dokter.

“Total ada 128 tenaga kesehatan [meninggal dunia akibat Covid-19], 64 orang di antaranya merupakan dokter umum dan dokter spesialis,” ujar Yulianto saat pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng di Semarang, Sabtu (9/10/2021).

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Yulianto mengungkapkan secara keseluruhan sudah ada 10.000 nakes di Jateng yang terkonfirmasi Covid-19 sejak awal pandemi hingga saat ini. Dari jumlah sebanyak itu, 2.216 orang di antaranya merupakan dokter.

Baca juga: 2 Bulan, 12 Dokter di Semarang Meninggal Akibat Covid-19

“Itu data yang dirawat. Jumlahnya diperkirakan lebih banyak lagi, kalau ditambah yang tidak dirawat di rumah sakit [isolasi mandiri di rumah],” jelasnya, dikutip dari Antara.

Yulianto mengatakan saat ini kondisi kasus Covid-19 di Jateng sudah cukup melandai. Dari rata-rata jumlah kasus harian mencapai 35.000 kasus pada Juli 2021 lalu, saat ini hanya mencapai 1.500 kasus per hari.

Ekspedisi Energi 2022

Jumlah keterisian tempat tidur serta ruang gawat darurat atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit pada Juli lalu juga mencapai 90%. Namun kini sudah mengalami penurunan dan tersisa 7,5%.

“Saat ini keterisian ruang ICU rumah sakit sekitar 7,5%, sedangkan ruang isolasi hanya 3%,” katanya.

Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak lantas mengendurkan penerapan protokol kesehatan (prokes). Ancaman terjadinya gelombang ketiga Covid-19 masih ada.

Baca juga: Update Covid-19, Nyaris Tembus 5.000 Kasus/Hari, Tambah 5 Dokter Meninggal Dunia

“Negara tetangga kita seperti Singapura, dan hampir semua negara Eropa sudah mengalami gelombang ketiga,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia pun mengharapkan dukungan dari IDI sebagai wadah profesi dokter di Indonesia untuk selalu membantu dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Umum IDI, Daeng M. Faqih, mempersilakan pemerintah daerah memanfaatkan jajaran di organisasi profesi itu untuk membantu penanganan Covid-19.

“Perlu upaya bersama untuk bahu membahu mengatasi Covid-19,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago