top ear
Wali Kota Madiun, Maidi, menyerahkan rumah layak huni yang merupakan bantuan dari CSR PT Inka di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Kamis (26/12/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
  • SOLOPOS.COM
    Wali Kota Madiun, Maidi, menyerahkan rumah layak huni yang merupakan bantuan dari CSR PT Inka di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Kamis (26/12/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Inka Salurkan Dana CSR Rp3 Miliar, Tahun Depan Naik

PT Inka Madiun menyalurkan dana CSR senilai Rp3 miliar yang diwujudkan dalam berbagai program.
Diterbitkan Kamis, 26/12/2019 - 19:05 WIB
oleh Solopos.com/Abdul Jalil
2 menit baca

Solopos.com, MADIUN -- PT Industri Kereta Api (Inka) tahun 2019 menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) senilai Rp3 miliar. Angka tersebut 4% dari total laba perusahaan pelat merah tersebut.

Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Inka, Noerhayati, mengatakan anggaran yang digelontorkan untuk CSR setiap tahun naik. Ia mengatakan dana CSR pada tahun depan juga naik.

"Kalau aturannya itu CSR maksimal diberikan dengan nilai 4% dari laba yang didapatkan. Tahun depan kemungkinan dana CSR naik," kata dia seusai penyerahan CSR PT Inka yang diwujudkan dalam bentuk bantuan rehab rumah tidak layak huni di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Kamis (26/12/2019).

Selama ini program CSR Inka memang lebih banyak diberikan di Kota Madiun. Karena perusahaan pembuat kereta api nasional itu berada di Kota Madiun. Khusus Kota Madiun tahun ini dana CSR yang dikucurkan mencapai Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibagi ke sejumlah daerah, termasuk di Banyuwangi.

Untuk program CSR tahun depan, kata Noer, sebanyak 30% diperuntukkan sektor pendidikan, 5% lingkungan, dan 65% untuk sektor lainnya.

Dana CSR Rp2 miliar di Kota Madiun digunakan untuk proyek pengerukan sungai senilai Rp244 juta, mural dinding bantaran Sungai Bengawan Madiun senilai Rp351 juta, pojok baca di MA Darul Madinah dan SDN 2 Klegen Rp47,5 juta, rumah tidak layak huni Rp69,8 juta, dan lainnya.

"Kami juga punya program kemitraan. Program ini membantu pembiayaan permodalan UMKM. Setiap pelaku usaha kecil bisa mengajukan modal antara Rp5 juta hingga Rp200 juta dalam jangka waktu tiga tahun," jelasnya.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan perusahaan yang berdiri dan beroperasi di Kota Madiun sudah selayaknya memberikan bantuan CSR-nya kepada lingkungan tempat ia tinggal. Jangan sampai Kota Madiun hanya mendapatkan dampak negatif dari keberadaan industri.

Penerima bantuan RTLH dari PT Inka, Heri Susanto, senang rumahnya bisa dibangun. Sebelumnya, rumahnya selalu kebanjiran setiap musim penghujan.

"Kalau banjir ya saya tidak bisa jualan rica-rica keong. Soalnya itu dapurnya yang banjir, jadi tidak bisa memasak," kata dia.

Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci : #Kota Madiun #PT INKA

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait