[x] close
Inilah Kisah di Balik Nama Taman Patih Sampun Pemalang
Solopos.com|jateng

Inilah Kisah di Balik Nama Taman Patih Sampun Pemalang

Taman Patih Sampun terletak di Bojongbata. Tepatnya berada di Jl Gatot Subroto,  Kota  Pemalang, taman ini merupakan destinasi  wisata baru yang berada di Kota Pemalang.

Solopos.com, PEMALANG -- Taman Patih Sampun terletak di Bojongbata. Tepatnya berada di Jl .Gatot Subroto,  Kota Pemalang, taman ini merupakan destinasi  wisata baru yang berada di Kota Pemalang.  Pengunjung yang datang biasanya ingin bersantai dan menikmati kuliner dari  para penjaja di sekitar taman.

Nama taman ini mengutip dari sebuah nama tokoh masa lalu di Pemalang. Berdasarkan pantauan Solopos.com lewat kanal YouTube Info Sesepuh, Sabtu (8/5/2021),  menjelaskan bahwa Patih Sampun merupakan sosok keturunan bangsawan dari Kerajaan Pasundan.

Menurut penjelasan dari seorang budayawan setempat, Patih Sampun memiliki nama asli Syamsudin alias Salamhudin, yang merupakan kakak dari Pangeran  Yusuf, Raja Kerajaan Cirebon. Selain itu dirinya juga merupakan salah satu cucu dari Sunan Gunung Jati yang merupakan tokoh Walisongo.

Baca Juga : Cari Oleh-Oleh Khas Pemalang? Di Gerai Ini Lengkap Tersedia

Keberadaan sosok yang juga dikenal sebagai Kalabudin ini, menurut beberapa sumber yang dihimpun, diyakini sebagai sebuah ketidaksengajaan. Diceritakan saat itu Salamhudin melakukan perjalanan dari tanah Pasundan menuju Kerajaan Majapahit.

Setibanya di Pemalang, dirinya terjebak dalam akar pohon yang oleh warga  lokal dikenal sebagai oyot nimang. Sehingga dirinya tidak bisa keluar dan hanya melingkar-lingkar di Kabupaten Pemalang selama beberapa hari.

Salamhudin menyadari bahwa dia mengalami kekalahan dalam perang energi kanuragan oleh penguasa Kadipaten Pemalang saat itu.Hingga akhirnya Salamhudin berinisiatif untuk bertemu sang bahurekso Kadipaten Pemalang, yang saat itu bernama Ki Sembung Yudo untuk meminta pertolongan.

Baca Juga : Inilah Kisah 3 Kerajaan Makhluk Gaib di Jembatan Comal Pemalang

Singkatnya, Ki Sembung Yudo tertarik dengan kepiawaan Salamhudin dan kemudian mengangkatnya sebagai Patih Pemalang dengan gelar Patih Jiwonegoro. Saat Pemalang dibawah kekuasaan Adipati Anom, Pangeran Benowo sang pemegang takhta, mengutus Patih Sampun untuk membangun dua jembatan di Sungai Banger dan Sungai Srengseng.

Pada saat diberi mandat untuk membangun jembatan ini, Patih Sampun mengatakan bahwa dua jembatan ini sudah jadi. Saat  Pangeran Benowo menuju lokasi pembangunan untuk membuktikan kebenarannya, ternyata apa yang dikatan Patih Sampun benar adanya sehingga sang Pangeran tercengang.

Pangeran Benowo semakin yakin dengan pengabdian dan dedikasi yang diberikan oleh putra asli Pemalang ini. Saat diberi mandat untuk membangun jembatan di dua sungai lainnya di Kota Pemalang, Patih Sampun kembali mengatakan bahwa dua jembatan sudah selesai dibangun.

Baca Juga : Nanas Madu Pemalang Banjiri Kota-Kota di Jawa Saat Ramadan

Karena sudah mendapatkan kepercayaan dari Adipati, sang Pangeran Benowo tidak memeriksa dua jembatan baru lainnya yang juga sudah selesai dibangun. Di bulan-bulan berikutnya, secara berturut-turut Patih Sampun diperintahkan untuk membangun jembatan lainnya.

Jembatan-jembatan yang dibangun oleh Patih Sampun ada 15 totalnya,  di antaranya ada Jembatan Gianti, Jembatan Kali Waluh, Jembatan Comal, Jembatan Plawangan, Jembatan Pesapen,  Jembatan Slarang, Jembatan Siraja, dan masih banyak lagi.

Nama Sampun sendiri akhirnya disematkan karena setiap kali diperintah oleh Adipati, dirinya selalu mengatakan “sampun dados,”  ungkapan Bahasa Jawa  yang berarti “sudah jadi.”

Taman Patih Sampun sendiri sudah dirintis sejak 2 tahun lalu dan hingga sekarang terus dibenahi  oleh Bappeda Pemalang sebagai strategi untuk mempercantik Kota Pemalang. Program ini juga dibantu oleh beberapa pihak, di antaranya DPU, Distantu, dan KLH.


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago