[x] close
Inilah Badai Sitokin, Penyakit Yang Sebabkan Raditya Oloan Meninggal
Solopos.com|entertainment

Inilah Badai Sitokin, Penyakit Yang Sebabkan Raditya Oloan Meninggal

Seseorang yang mengidap asma dan menjadi penyakit penyerta Covid-19 seperti Raditya Oloan dapat memperburuk kondisinya.

Solopos.com, JAKARTA -- Suami artis Joanna Alexandra, Raditya Oloan, meninggal dunia saat menjalani perawatan karena Covid-19, Kamis (6/7/2021).

Raditya diketahui mempunyai komorbid atau penyakit penyerta asma dan badai sitokin. Kabar kepergian Raditya Oloan diunggah Joanna Alexandra lewat akun Instagramnya . Dia menyebut Badai Sitokin yang mejadi penyabab hiper-infalsmasi pada suaminya.

"Kondisinya post-covid dengan komorbid asma, and he is going through a cytokine storm yang menyebabkan hyper-inflammation in his whole body," tulis Joanna di akun Instagramnya, Selasa (4/5/2021)

Baca Juga: Profil Lengkap Raditya Oloan: Dulu Pemakai Narkoba Kini Jadi PendetaBadai Sitokin

Mengutip dari Detik, Jumat (7/5/2021) sitokin adalah protein kecil yang dilepaskan oleh berbagai macam sel di dalam tubuh, termasuk sel-sel di sistem imun. Fungsinya adalah mengkomunikasikan sinyal untuk merespons infeksi dan merangsang radang atau inflamasi.

Kelebihan sitokoin dalam tubuh dapat mengaktifkan lebih banyak sel imun sehingga menyebabkan hiperinflamasi yang membahayakan, bahkan bisa berakibat fatal.

Tidak hanya Covid-19, Badai Sitokin seperti yang dialami Raditya Oloan bisa disebabkan infeksi pernapasan lain. Bahkan penyakit tidak menular seperti multiple sclerosis atau sklerosis ganda bisa menjadi penyebab munculnya penyakit ini.

Komorbid Asma

Seperti halnya Covid-19, Asma juga menyerang bagian pernapasan. Seseorang yang mengidap asma dan menjadi penyakit penyerta Covid-19 seperti Raditya Oloan dapat memperburuk kondisi tubuhnya.

The Center of Disease Control and Prevention (CDC) menyebut, infeksi COVID-19 pada pengidap asma bisa menyebabkan pneumonia hingga penyakit pernapasan akut. Bahkan jika kondisi terus memburuk akan membuat seseorang kritis.

Baca Juga: Dirawat Intensif di ICU, Komedian Sapri Sakit Apa?

Mengutip dari Suara.com, untuk menghadapi gejala asma selama pendemi, Anda alian bisa melakukan hal-hal berikut :
-Tetap menggunakan inhaler setiap waktu yang telah ditentukan.
-Membawa inhaler pereda (berwarna biru) setiap hari, terutama saat gejala asma terjadi.
-Tetap melanjutkan pengobatan yang sedang berjalan, termasuk inhaler berisi steroid.
-Membuat peak flow harian untuk membedakan gejala asma dan Covid-19.
-Menghindari pemicu asma.
-Menyediakan stok obat-obatan  di rumah.
-Berhenti merokok untuk mengurangi risiko tertular Covid-19.
-Mengelola rasa cemas saat pandemi yang bisa memicu serangan asma.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago