Ini Syarat Mendapatkan Vaksin Booster Gratis dari Pemerintah

Ada sejumlah syarat untuk mendapatkan vaksin booster Covid-19 gratis dari pemerintah.
Ini Syarat Mendapatkan Vaksin Booster Gratis dari Pemerintah
SOLOPOS.COM - Ilustrasi vaksinasi Covid-19 kepada lansia. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO-Ketahui syarat untuk mendapatkan vaksin booster Covid-19 gratis dari pemerintah. Sebagaimana diketahui pemberian vaksin penguat ini  dimulai pada Januari 2022 mendatang.

Sebagaimana diketahui ada dua skema pemberian vaksin booster yaitu mendapatkan gratis dan berbayar. Namun untuk harganya, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah.

Nah, bagi Anda yang penasaran ketahui syarat bagi mereka yang berhak mendapatkan vaksin booster gratis dari pemerintah ini. Nakes  jelas menjadi prioritas lantaran memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.

Rencana vaksin Covid-19 booster di Januari 2022 menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, pemerintah menyiapkan sebanyak 241,3 juta dosis vaksin booster. Booster ini nantinya akan diberikan untuk 212,7 juta masyarakat seluruh Indonesia. Pemerintah juga akan memprioritaskan pembelian vaksin Covid-19 produksi dalam negeri dengan kriteria mereka yang melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia sehingga menghasilkan bibit vaksin secara mandiri. Bulan depan, vaksin Covid-19 booster akan hadir di semua provinsi di Indonesia tanpa ada prioritas daerah.

Baca Juga:  Terkuak! 2 Jenis Vaksin Ini Paling Ampuh untuk Dosis Ketiga

“Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang. Yang lainnya bayar. Saya pasti bayarlah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan seusai membuka Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Bali, seperti dikutip dari Bisnis.com, Selasa (7/12/2021).

Sementara itu, untuk vaksin berbayar belum ada informasi pasti harganya. Luhut mengatakan hingga saat ini harga pasti booster masih dihitung oleh Kementerian Kesehatan.  Berikut ini syarat mendapatkan vaksin Covid-19 booster gratis dari pemerintah :

1. Sudah lebih dari 6 bulan setelah disuntikkan dosis kedua

2. Usia di atas 18 tahun yang tinggal dalam pengaturan perawatan jangka panjang, memiliki kondisi medis yang mendasarinya

3. Dan usia 18 tahun ke atas yang bekerja atau tinggal di lingkungan berisiko tinggi terkena paparan Covid-19

Baca Juga:  Novel dan Film 5 Cm Lukiskan Keindahan Gunung Semeru, Begini Kisahnya

Namun sayangnya, capaian target vaksin dosis pertama belum terpenuhi.  Hingga 6 Desember 2021, sebanyak 134.614.136 dari 208.265.720 masyarakat Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dosis 1. Dalam kata lain, sebanyak kurang lebih 65 persen penduduk telah menerima dosis tersebut. Masih jauh dari angka 80 maupun 100 persen capaian target, kali ini sudah dihebohkan dengan hadirnya booster. Mengingat, kebutuhan booster dinilai sangat perlu karena sudah menyebarnya varian baru dari Covid-19 tersebut. Banyaknya penduduk yang memiliki sistem imun lemah juga menjadi kebutuhan tersendiri.

Namun, bagaimana langkah pemerintah dalam menyelesaikan capaian target yang harus terpenuhi? Menurut juru bicara satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan sebanyak 26  ibu kota provinsi di Indonesia telah mencapai target lebih dari 70 persen target vaksinasi per daerah di Bulan November 2021. Pemerintah optimistis program vaksinasi akan menyentuh 70 persen pada Maret 2022. Target tersebut dapat tercapai dengan asumsi kecepatan vaksinasi sekitar 1,5 juta dosis per hari seperti pada kondisi terkini, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu.

Baca Juga: Squid Game Jadi Nomine untuk 3 Kategori di Critics Choice Awards

Dalam rangka mendukung pelaksanaan intervensi di bidang kesehatan, Febrio menegaskan APBN akan terus dikerahkan. Selama situasi masih dinamis, hal ini akan terus menjadi kunci kebijakan Indonesia.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago