Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini Status WA Terakhir Ida, Korban Kecelakaan Kereta Kelinci Boyolali

Sepupu korban, Darmadi, 30, yang berada di rumah duka mengungkapkan kenangan terakhir tentang Ida dan Tama.
SHARE
Ini Status WA Terakhir Ida, Korban Kecelakaan Kereta Kelinci Boyolali
SOLOPOS.COM - Sepupu Ida, Darmadi, 30, menunjukkan status terakhir Ida Kumala Sari, 30, sebelum meninggal dalam kecelakaan kereta kelinci di Andong, Boyolali, Rabu (11/5/2022). (Solopos-Ni'matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI – Meninggalnya Ida Kumala Sari, 30, bersama dengan anak laki-laki semata wayangnya, Tama, yang berumur empat tahun dalam kecelakaan kereta kelinci di Andong, Boyolali, menyisakan luka mendalam bagi keluarga mereka.

Suara tangisan ibunda Ida terdengar saat Solopos.com tiba di rumah duka di Dukuh Cepoko, Desa Sangge, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (12/5/2022). Tatapan kosong dan nanar juga dipancarkan oleh sang suami, Muhammad Fatoni, di teras rumah.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Suasana duka menyelimuti rumah duka yang terus didatangi para pelayat. Sepupu korban, Darmadi, 30, yang berada di rumah duka mengungkapkan kenangan terakhir tentang Ida dan Tama.

“Kemarin sekitar setengah sembilan sebelum kecelakaan sempat buat status foto dia sama anaknya dengan caption ‘Diajak naik gunung jauhnya kayak apa tapi hati sama pikiran sama aja gak bisa dibohongin’,” jelas dia saat berbincang dengan Solopos.com.

Dalam status Whatsaap yang ditunjukkan Darmadi tersebut, terlihat foto Ida dan Tama dengan posisi sang ibu memeluk sang anak. Darmadi menilai status Ida saat itu lain dari biasanya. Ia menilai Ida biasanya membuat status masakan karena di Karawang sang sepupu berjualan makanan.

Baca juga: Ibu-Anak Korban Laka Kereta Kelinci Boyolali Dimakamkan 1 Liang Lahat

“Itu statusnya seperti ada perasaan tapi perasaannya lagi tidak enak seperti itu. Seperti tidak nyaman, mungkin sudah kerasa. Itu fotonya juga hanya bersama dengan sang anak, lagi pelukan begitu,” jelasnya.

Mimpi Sang Paman

Sementara itu paman korban, Totok Suryanto, mengaku sepekan sebelum kejadian kecelakaan kereta kelinci, dia bermimpi di atas rumah orang tua Ida terdapat awan mendung yang sangat hitam.

“Jadi awannya benar-benar di atas rumah ini, saya waktu itu kepikiran bakal ada apa ini. Setelah kejadian ini, baru kepikiran mungkin ini artinya,” kata dia.

Baca juga: 2 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Kelinci di Boyolali Ibu dan Anak

Diberitakan sebelumnya, jenazah Ida dan Tama dimakamkan pada Rabu malam dalam satu liang lahat di pemakaman Suruan, Sangge, Klego, Boyolali.

Pada bagian lain, Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Abdul Mufid, mengungkapkan ibu dan anak tersebut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal kereta kelinci di Andong, Boyolali pada Rabu (11/5/2022). Mereka menaiki kereta kelinci yang berisi 22 penumpang dengan tujuan ke Bandara Adi Soemarmo.

“Satlantas Polres Boyolali akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan berkaitan dengan modifikasi kendaraan tersebut. Bersama dengan Dinas Perhubungan akan melaksanakan sosialisasi kepada para pemilik kereta kelinci untuk hanya digunakan di dalam tempat wisata,” jelas dia.

Baca juga: Mesin Rusak, Ini Kronologi Kecelakaan Kereta Kelinci di Andong Boyolali



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode