Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini Perbedaan KKN di Desa Penari Versi Film dengan Twitter

Lantas, apa saja perbedaan film KKN di Desa Penari dengan thread aslinya di Twitter?
SHARE
Ini Perbedaan KKN di Desa Penari Versi Film dengan Twitter
SOLOPOS.COM - Salah satu adegan KKN di Desa Penari. (Tangkapan layar Youtube MD Pictures)

Solopos.com, SOLO-Bagi yang sudah membaca kisahnya barangkali bisa menemukan perbedaan KKN di Desa Penari versi film dengan versi thread Twitter. Sebelas hari tayang di bioskop, film yang disutradarai Awi Suryadi ini mampu meraup hingga 3,7 juta lebih penonton.

Sebagaimana diketahui, kisah yang kemudian diangkat jadi film horor ini berawal dari thread di Twitter yang dibagikan SimpleMan pada 2019 lalu. Sempat ditunda hingga dua tahun, akhirnya film ini tayang perdana pada 30 April 2022.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Lantas, apa saja perbedaan film KKN di Desa Penari dengan thread aslinya di Twitter? Berikut ini ulasannya seperti dikutip dari Bisnis.com pada Rabu (11/5/2022):

1. Alur Cerita

Pada thread Twitter, terdapat dua sudut pandang yaitu versi Nur dan versi Widya sehingga para pembaca mengetahui alur cerita secara terperinci dan lengkap. Secara kronologis, apa yang dirasakan Nur dan Widya juga terdapat perbedaan sehingga pembaca bisa mengetahuinya dari dua sisi.

Baca Juga: Benarkah KKN di Desa Penari Uncut Penuh Adegan Dewasa?

Sedangkan pada film, alur cerita digabung menjadi satu sudut pandang penonton dan terasa kurang mengeksplorasi tentang apa yang benar-benar dirasakan oleh para karakternya. Alur cerita pun terasa tidak mengalir dan cenderung lompat-lompat dari setiap adegannya.

2. Pendalaman Karakter

Melalui thread, kita diperkenalkan dengan karakternya yang memiliki banyak perbedaan sifat secara mendalam. Sementara pada film, tidak benar-benar diberi waktu untuk mengenal karakternya terlebih dahulu melainkan langsung masuk ke adegan demi adegan, sehingga penonton cenderung tidak merasakan eksplorasi sifat dari masing-masing karakternya.

3. Visualisasi dan Sinematografi

Kelebihan dari adanya film yang diadaptasi adalah penonton bisa ikut merasakan suasananya. Jika membaca thread-nya, maka kita dibawa untuk berimajinasi mengenai tempatnya, sementara jika menonton maka kita akan benar-benar masuk ke dunia tersebut.

Baca Juga: KKN di Desa Penari Tayang dalam Dua Versi

Pengambilan tempatnya benar-benar sesuai seperti yang dibayangkan, banyak tempat yang diatur mirip sedemikian rupa sehingga banyak yang bertanya-tanya dimana lokasi syuting tersebut. Adapun dari segi sinematografi, menggunakan banyak teknik kamera sehingga penonton tidak bosan dengan pengambilan adegan yang itu-itu saja. Pemandangan yang ada sebagai latar tempat juga mendukung.

4. Sosok Hantu

Di thread Twitter, dijelaskan bahwa di desa tersebut memang tidak hanya memiliki satu sosok hantu tapi beragam jenisnya. Film telah berhasil memvisualisasikan berbagai jenis hantu, hanya pada beberapa adegan sosok hantu dibuat dengan make up yang terasa kurang seram dan hanya sebagai pelengkap saja.

Baca Juga: Tissa Biani Mengaku Pernah Bertemu Nur KKN di Desa Penari

5. Jumpscare

Tentu saja pada thread tidak dilengkapi dengan berbagai jumpscare yang mengagetkan, ini yang membuat banyak perbedaan besar. Pada film, banyak sekali jumpscare yang disajikan, malah terlalu banyak sehingga terkadang penempatannya sudah bisa ditebak.

Dengan berbagai perbedaan tersebut, film KKN di Desa Penari bisa dinikmati baik bagi mereka yang sudah membaca thread-nya ataupun yang belum. Film yang turut menggandeng Tissa Biani, ini bisa disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

Adapun film yang disutradari oleh Awi Suryadi ini dibintangi oleh Tissa Biani, Achmad Megantara, Calvin Jeremy, Adinda Thomas, Aghniny Haque, M Fajar Nugraha. Film KKN di Desa Penari bercerita tentang enam mahasiswa yang melaksanakan KKN di sebuah desa terpencil. Mereka adalah Nur (Tissa Biani), Widya ( Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy) dan Wahyu (M Fajar Nugraha) tidak pernah menyangka kalau desa yang mereka pilih ternyata bukanlah desa biasa.

Pak Prabu (Kiki Narendra), kepala desa, memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas gapura terlarang. Tempat misterius itu mungkin ada hubungannya dengan penari cantik yang mulai mengganggu Nur dan juga Widya. Satu persatu mulai merasakan keanehan desa tersebut.

Baca Juga: Sederet Artis Muda Beradu Akting di Film KKN di Desa Penari

Bima pun mulai berubah sikap. Program KKN mereka berantakan. Tampaknya penghuni gaib desa tersebut tidak menyukai mereka. Nur akhirnya menemukan fakta bahwa salah satu dari mereka melanggar aturan yang paling fatal di desa tersebut.

Teror sosok penari misterius semakin menyeramkan. Mereka meminta bantuan Mbah Buyut (Diding Boneng) dukun setempat. Terlambat. Mereka terancam tidak bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal dengan sebutan desa penari itu.

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Perbedaan Film KKN di Desa Penari dengan Thread Kisahnya di Twitter



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode