Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini Peran Penanam Modal Swasta di Klaten saat Zaman Hindia Belanda

Zaman penjajahan Belanda memberikan pengaruh besar pada berbagai bidang, termasuk ekonomi.
SHARE
Ini Peran Penanam Modal Swasta di Klaten saat Zaman Hindia Belanda
SOLOPOS.COM - Dokumentasi Pabrik Gula Gondang Klaten (Istimewa/Youtube channel Lidah Jawa)

Solopos.com, KLATEN Zaman penjajahan Belanda memberikan pengaruh besar pada berbagai bidang, termasuk ekonomi. Salah satu bentuknya adalah masuknya penanam modal asing pada pabrik gula di wilayah Klaten.

Berlakunya Undang-Undang Agraria tahun 1870 memberi pengaruh cukup signifikan pada perkebunan di Indonesia. Sejak tahun 1870, para penanam modal swasta asing dari Eropa mulai memasuki wilayah Hindia Belanda. Masuknya penanam modal swasta ke Klaten memberikan beberapa pengaruh di masyarakat sekitarnya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Lahan-lahan pertanian sebelumnya mayoritas ditanami tanaman pangan. Kemudian, mereka harus merelakan tanahnya disewakan kepada para pemodal untuk ditanami tanaman ekspor. Kedatangan penanam modal juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Masyarakat pribumi dapat menikmati kemajuan teknologi transportasi dengan adanya perkebunan.

Adanya perusahaan swasta membawa dampak bagi kehidupan masyarakat Klaten. Salah satunya adalah berkembangnya transportasi umum dari semula gerobak menjadi kereta api. Maraknya perusahaan dan perkebunan membutuhkan akses transportasi serta pengangkutan hasil panen yang mudah dan efisien. Jalan-jalan mulai diperbaiki dan rel kereta api mulai dibangun.

Perkembangan pesat perkebunan, khususnya tebu di afdeling (wilayah administratif zaman Hindia Belanda) Klaten, membawa dampak bagi dibukanya pabrik-pabrik gula. Tenaga kerja diperlukan untuk menjadi buruh perkebunan dan buruh pabrik gula. Keterlibatan masyarakat dalam perkembangan industri di perusahaan membawa pengaruh terhadap peredaran uang yang digunakan di masyarakat.

Baca Juga: Daerah Klaten Ini Pernah Jadi Permukiman Eropa dan Tionghoa, Sekarang?

Dilansir dari artikel berjudul Zuiker Onderneming di Kabupaten Klaten 1870-192: Pengaruhnya dalam Bidang Sosial dan Ekonomi oleh Ririn Darini, Dyah Ayu Anggraehni Ikaningtyas, dan Mudji Hartono pada 2019, Jumat (12/8/2022), upah buruh perkebunan maupun buruh pabrik dibayar dengan uang. Inilah yang memperbesar adanya peredaran uang di kalangan pribumi.

Peredaran uang di masyarakat memberi pengaruh sosial dan ekonomi di kehidupan masyarakat. Hal tersebut menyebabkan petani menjadi ketergantungan terhadap perusahaan.

Ketika masa di antara waktu tanam dan panen terdapat jeda 6-8 bulan dan buruh tidak memiliki pekerjaan yang dapat dilakukan. Di masa jeda tersebut, kasus kriminalitas meningkat. Di Kabupaten Klaten sendiri dilaporkan bahwa terdapat 23 kasus pencurian oleh kecu antara tahun 1885-1900.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode