top ear
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menunjukkan barang bukti terkait penangkapan terduga teroris di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/10/2020). (Antaranews.com)
  • SOLOPOS.COM
    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menunjukkan barang bukti terkait penangkapan terduga teroris di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/10/2020). (Antaranews.com)

Ini Peran 4 Terduga Teroris Jaringan JI Yang Ditangkap Densus

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono menjelaskan peran masing-masing terduga teroris.
Diterbitkan Selasa, 6/10/2020 - 03:05 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, JAKARTA — Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/10). Bagaimana peran keempat terduga teroris tersebut. Ini penjelasan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono

“Betul, Minggu 4 Oktober 2020 Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah berhasil mengamankan empat orang terduga teroris jaringan JI di Bekasi,” ujar Awi dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Awi menjelaskan terduga teroris pertama berinisial MN alias Safiq alias Martin alias Kholid, 41. MN ditangkap di kawasan Ciantra, Cikarang Selatan, Bekasi.

MN berperan membantu menyembunyikan MTA alias Dul alias Tsabat. Dia juga terlibat mengikuti pelatihan kegiatan alam terbuka kelompok Adira angkatan pertama gelombang kedua tahun 2012.

Dia juga menyimpan barang bukti laptop dan handphone milik SH. Dalam penangkapan MN turut disita sebanyak 23 barang bukti.

Ngeri! Gubernur Afghanistan Jadi Target Bom Bunuh Diri

Terduga teroris kedua yakni MTA alias Dul alias Tsabat, 27, ditangkap di kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur.

MTA terlibat sebagai peserta Sasana JI gelombang kedua. Selain itu, dia juga berangkat ke Suriah pada gelombang keenam. Turut disita 21 barang bukti dalam penangkapan tersebut.

Seumur Hidup

Terduga teroris ketiga berinisial NMMK alias Alung alias Nur alias Salman, 38, ditangkap di kawasan Mustika Jaya, Bekasi.

NMMK berperan membantu menyembunyikan MTA, tergabung dalam tim pelayanan bithonah. Dia juga mengamankan lima pucuk senjata api gas laras panjang rakitan yang diserahkan kepada anggotanya di Jakarta dan Lampung.

Kecelakaan Beruntun di Matesih Karanganyar: 2 Meninggal, 1 Luka-Luka

“NMMK pada 2014 juga Mengikuti pelatihan bongkar pasang senjata M.16 di Cawas, Klaten,” kata Awi seraya mengatakan terdapat 39 barang bukti yang turut disita.

Terduga teroris terakhir yang ditangkap berinisial IG alias Muhammad Ilham alias Bagus alias Yulian alias Sahidi, alias Bimbim, 46. IG ditangkap di Pondok Timur Indah, Bekasi.

Keterlibatan IG yakni menjabat sebagai Qoid Tholiah Qodimah Barat bidang tajhiz atau bithonah. Menghadiri pertemuan di Situ Gintung dengan narasumber Markaz untuk memberi motivasi agar istiqomah pasca penangkapan Amir JI.

TKI Sragen yang Meninggal di Korsel Akan Menikah pada Akhir Tahun Ini

IG juga terlibat dalam panitia pengiriman ikhwan ke Ambon saat kerusuhan 2005 dan menjadi anggota syariyah Abu Dujana JI tahun 2005/2006. Sebanyak 44 barang bukti disita dalam penangkapan IG.

Awi mengatakan keempat tersangka dikenakan Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 13 Huruf c Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme.

“Dengan pidana penjara paling lama seumur hidup,” ucap Awi.

 


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini