Presiden Soekarno bersantai bersama pemimpin Uni Soviet Nikita Khruschev di sela-sela lawatannya di Indonesia pada 1960. (rbth.com)
Solopos.com|news

Ini Pandangan Pemimpin Uni Soviet Khruschev Soal Sepak Terjang PKI

Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khruschev, menilai aksi militer oleh PKI dengan G30S/PKI adalah kecerobohan karena tidak memahami situasi politik aktual di Indonesia. Media-media Uni Soviet menyebut PKI beraksi atas arahan pemimpin China, Mao Zedong.

Mendekati akhir September, ingatan bangsa Indonesia biasanya langsung melayang pada tragedi G30s/PKI, sebuah aksi militer kontroversial yang hingga kini masih jadi bahan perdebatan yang panas. Namun bagaimana pandangan tokoh luar negeri terhadap peristiwa itu? Menarik untuk melihat seperti apa penilaian pemimpin Uni Soviet kala itu, Nikita Khruschev, yang sempat sohiban amat erat dengan Presiden Soekarno.
Pandangan Khruschev itu tertuang dalam otobiografinya, Memoirs of Nikita Khrushchev. Volume 3, Statesman (1953 – 1964)”, seri ketiga dan terakhir dari satu-satunya memoar berbahasa Inggris terlengkap  Khrushchev, seperti yang dinukil oleh situs RBTH . Di era 1960-an dunia sedang larut dalam Perang Dingin antara dua kutub ideologi politik-ekonomi-sosial yaitu kapitalis dan komunis. Kutub komunis sendiri memiliki dua haluan yaitu Marxis-Leninis dengan pusatnya di Uni Soviet dan Maois di China.
Saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai komunis terbesar di dunia, namun bukan menjadi partai penguasa mutlak. Haluan komunis PKI waktu itu adalah Marxisme-Leninisme Uni Soviet. Tak heran ketika Khruschev berkunjung ke Indonesia pada 1960 pemimpin PKI Dipa Nusantara Aidit amat antusias menyambutnya. Lantaran keakrabannya dengan Presiden Soekarno alias Bung Karno, Khruschev pun jadi lebih mengenal situasi perpolitikan Indonesia.

Khrushchev menilai situasi politik dalam negeri Indonesia saat itu belum stabil. Meski bukan partai penguasa mutlak, namun PKI dengan jumlah anggotanya yang sangat besar bisa masuk ke dalam pemerintahan. Apalagi ketika itu Bung Karno memiliki tafsir garis politik Nasakom atau Nasionalis-Agama-Komunis yang memberi ruang gerak legal bagi PKI. Namun dalam pandangan Khruschev, para pengurus PKI seperti tidak paham betul cara mewujudkan cita-cita dan pandangan hidup ideal komunis. Meski begitu, menurut Khruschev PKI jelas sebuah kekuatan politik yang tak bisa diremehkan.

Espos Premium merupakan layanan khusus dari Solopos.com yang lebih relevan dan memiliki diferensiasi dibandingkan free content. Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan login atau daftar di SoloposID.

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago