Deretan Mitos Inhaler bagi Penderita Asma, Bagaimana Faktanya?

Lalu bagaimanakah membedakan apakah itu hanya mitos atau fakta seputar inhaler?
SHARE
Deretan Mitos Inhaler bagi Penderita Asma, Bagaimana Faktanya?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi inhaler. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Beberapa orang masih percaya dengan mitos inhaler, salah satunya dapat membuat ketagihan hingga mengandung steroid. Padahal bagi penderita asma, penggunaan inhaler ini merupakan hal penting.

Lalu bagaimanakah membedakan apakah itu hanya mitos atau fakta seputar inhaler?  Simak ulasannya di info kesehatan ini.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Menurut Associate Director, Pulmonology and Sleep, Max Super Specialty Hospital, Shalimar Bagh, India, Vikas Mittal, seperti dikutip dari Indian Express dan Antara, Jumat (14/1/2022), berikut adalah mitos dan fakta tentang inhaler yang digunakan oleh penderita asma:

1. Apakah bisa membuat ketagihan?

Disebutkan bahwa inhaler bisa membuat ketagihan, apakah ini mitos atau fakta? Faktanya, asma adalah penyakit jangka panjang yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang diresepkan dalam bentuk inhaler. Asma tidak memiliki obat dan inhaler bertindak sebagai penyelamat bagi sebagian besar pasien asma.

Baca Juga: Thariq Halilintar Akui Positif Covid-19, Kemungkinan Omicron

Inhaler meringankan pasien untuk jangka pendek juga untuk jangka panjang; kadang-kadang diberikan sesuai kebutuhan hanya untuk jangka pendek ataupun diberikan secara teratur untuk membantu mengatasi kondisi Anda.

Ini seperti melanjutkan pengobatan untuk tekanan darah tinggi, diabetes, atau seperti membutuhkan kacamata untuk mata sepanjang hidup Anda. Jadi, tidak benar kalau inhaler membuat ketagihan.

2. Inhaler mengandung steroid yang bisa membahayakan?

Faktanya, banyak orang mengkaitkan steroid dengan efek berbahayanya seperti pertumbuhan terhambat, tulang lemah, dan lainnya. Inhaler memiliki steroid dalam dosis mikrogram (µg) yaitu 1.000 kali lebih sedikit daripada dosis miligram (mg) dalam steroid oral.

Selain itu, inhaler diberikan langsung ke saluran napas dan tidak langsung diserap dalam tubuh sehingga memiliki efek samping yang minimal dibandingkan jika diberikan dalam bentuk tablet.

Baca Juga: Jalani Karantina Karena Covid-19, Ashanty Rindu Anak dan Pekerjaan

Steroid merupakan bagian integral dalam meredakan gejala asma, karena asma adalah penyakit inflamasi. Sebaliknya, jika steroid tidak digunakan untuk mencegah asma yang memburuk, ini dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan menyebabkan masalah jangka panjang.

3. Apakah obat oral lebih efektif daripada inhaler?

Faktanya, berbagai studi dan penelitian menunjukkan bahwa obat oral kurang efektif karena membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja saat serangan asma, sementara inhaler memberikan obat langsung ke saluran udara, sehingga dapat memberikan pertolongan cepat.

Dengan cara ini, kita membutuhkan dosis obat yang lebih sedikit dan efek samping yang lebih sedikit. Misalnya, tablet asthalin 2 mg setara dengan 20 isapan inhaler asthalin karena setiap isapan hanya mengandung 100 g.

4. Apakah inhaler hanya boleh digunakan untuk kasus asma parah?

Faktanya, inhaler memiliki obat yang tidak hanya meredakan tetapi juga mengontrol asma untuk jangka panjang. Asma adalah penyakit kronis yang bertahan lama tetapi penyakit yang sepenuhnya dapat dikendalikan, tidak dapat disembuhkan, dan jika tidak diobati, dapat menjadi parah sehingga tidak bisa dikendalikan.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago