Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini Manfaat Kelapa Genjah, Tanaman Andalan Presiden Jokowi di Sukoharjo

Manfaat dan output pengembangan kelapa genjah adalah masyarakat dapat menghasilkan produk kelapa yang memiliki nilai tambah dan jual tinggi.
SHARE
Ini Manfaat Kelapa Genjah, Tanaman Andalan Presiden Jokowi di Sukoharjo
SOLOPOS.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (depan, dua dari kiri) saat meninjau lokasi penanaman kelapa genjah di Dukuh Samin, Desa Sanggang, Bulu, Sukoharjo, Jumat (5/8/2022). (Solopos.com/ Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO – Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Andi Nur Alam Syah, turut mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengecek lokasi penanaman kelapa genjah di Dukuh Samin, Desa Sanggang, Bulu, Sukoharjo, Jumat (5/8/2022) sore.

Kunjungan tersebut dalam rangka persiapan program Presiden Joko Widodo untuk pengembangan kelapa genjah satu juta batang secara nasional.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Dirjen termuda itu menegaskan output pengembangan kelapa genjah adalah masyarakat dapat menghasilkan produk kelapa yang memiliki nilai tambah dan jual tinggi.

Buah kelapa genjah dapat diolah menjadi gula kelapa dan minyak kelapa, sementara kelapa segar untuk memenuhi kebutuhan daerah pariwisata sehingga pendapatan masyarakat meningkat.

Baca juga: Pedagang Kelapa Muda di Sragen Mendadak Laris Manis, Diklaim karena Vaksinasi Covid-19

“Untuk mendukung ini, Kementan tak hanya menyalurkan bibit unggul, tapi juga memberikan bantuan membangun kebun bibit bagi masyarakat. Dengan begitu, ketersediaan bibit ke depannya mudah diperoleh dan budidaya kelapa genjah semakin berkembang secara mandiri dari hulu hingga hilirnya,” jelas  Alam.

Alam kemudian memaparkan konsep pengembangan kelapa genjah. Penanaman rencananya dilakukan di pekarangan sebanyak 60% dan di kawasan/hamparan 40%.

Kementan saat ini telah menyiapkan pengembangan kelapa genjah 200.000 batang di Soloraya meliputi Kabupaten Sukoharjo sebanyak 83.000 batang, Karanganyar 59.000 batang dan Boyolali 58.000 batang secara bertahap.

“Pengembangan kelapa genjah menjadi harapan baru untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, menurunkan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mengembangkan ekonomi wilayah,” jelasnya.

Baca juga: Blusukan ke Sukoharjo, Mentan Tegaskan Soloraya Sentra Kelapa Genjah

“Karena itu, tentunya tidak hanya sampai kegiatan tanam, industri pengolahanya pun ke depannya disiapkan sehingga menghasilkan produk turunan kelapa yang bernilai jual tinggi seperti minyak kelapa dan gula semut,” imbuh dia.

Nur Alam menjelaskan implementasi pengembangan kelapa genjah dilakukan secara klaster dan terintegrasi sehingga menjadi pemicu dan memperkuat pengembangan komoditas pertanian lainnya serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Klaster tersebut terbagi dalam beberapa perkebunan-tanaman pangan yang terintegrasi. Di antaranya kelapa dengan jagung, kelapa dengan kedelai yang ditanam dalam kawasan. Selain itu, klaster perkebunan-hortikultura yakni integrasi kelapa dengan cabai, kelapa, dengan nanas.

Selain itu, penanaman kelapa pada klaster dilakukan di pekarangan. Tak hanya itu ada pula klaster perkebunan-peternakan, yakni integrasi kelapa dengan ayam. Penanamanya dilakukan di pekarangan rumah.

Baca juga: Charoen Pokphand Ekspor Ayam Beku, Mentan Kaget, Ini Penyebabnya

Perkuat Sektor Pertanian

Diberitakan sebelumnya, Mentan mengatakan program penanaman kelapa genjah bertujuan memperkuat sektor pertanian sebagai bantalan perekonomian menghadapi krisis pangan global dan memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Program pengembangan satu juta batang kelapa genjah secara nasional dilakukan pada 2022-2023.

Sementara varietas kelapa genjah yang dikembangkan meliputi entog, kuning nias, kuning bali, pandan wangi, dan kopyor. Sebaran pengembangan kelapa genjah satu juta batang nasional selain di Soloraya, dilakukan juga di berbagai daerah.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk pengembangan kelapa genjah satu juta batang secara nasional, kami menjadikan Soloraya yakni Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali sebagai salah satu sentra produksi kelapa genjah,” katanya.

Baca juga: 1.000 Bibit Pohon Kelapa Siap Ditanam di Klaten

“Kehadiran kami hari ini untuk peninjauan, mengecek persiapan penanaman dan lokasi baik pekarangan maupun hamparan serta kesiapan logistik benih,” tambah Mentan dalam peninjauan kesiapan lokasi penanaman kelapa genjah.

Mentan didampingi  Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho dan Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi beserta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo.

Mentan menjelaskan pencanangan penanaman kelapa genjah satu juta batang akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam beberapa waktu ke depan. Berdasarkan hasil peninjauan di Kabupaten Sukoharjo, kondisi lahan dan benih sudah siap untuk dilakukan penanaman.

“Bu Bupati Sukoharjo menyampaikan sudah menyiapkan lahan 1.000 hektare dan 10.000 kepala keluarga. Calon petani calon lahan penerima bantuan dan stok benih kelapa pun sudah siap, sudah tersebar di lokasi, siap ditanam,” jelasnya usai mendengarkan pemaparan Direktur Jenderal Perkebunan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode