Ini Kronologi Warga Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Slamet Riyadi, 52 tahun, mengungkapkan kronologi tertembaknya Sobirin.
SHARE
Ini Kronologi Warga Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang
SOLOPOS.COM - Lokasi tempat perselisihan antara Briptu RS dan kerabatnya SY yang menyebabkan warga bernama Sobirin tertembak di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, Rabu (18/5/2022) malam. (Solopos.com/Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG – Warga tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, digegerkan dengan adanya insiden seorang warga bernama Sobirin tertembak senjata jenis airsoft gun milik seorang anggota polisi.

Peristiwa tersebut, terjadi ketika korban berupaya melerai keributan antara Briptu RS dan salah seorang kerabatnya berinisial SY, pada Rabu (18/5/2022) pukul 19.30 WIB.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Slamet Riyadi, 52 tahun, mengungkapkan kronologi tertembaknya Sobirin berawal dari permasalahan keluarga. Bahkan permasalahan itu sudah terjadi sejak lama.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

“SY dan Briptu RS masih keluarga dekat. Tidak harmonisnya sudah sejak lama, antara SY dan ayah Bripru RS, Wiwik Mujiono. Awalnya, SY datang ke sini untuk mengobrol di rumah Eko,” kata Slamet, Kamis (19/5/2022).

Sebelum terjadinya penembakan, Slamet menggambarkan awalnya Briptu RS datang menggunakan sepeda motor. Mengetahui kehadiran SY di kampungnya, Briptu RS kemudian menggeber motor hingga berulang kali.

Baca juga: Seorang Penyandang Disabilitas Tenggelam di Sungai Tuntang Grobogan

“Dari keterangan warga, tau-tau datang RS menaiki sepeda motor. Sampe di depan [rumah] mereka berdua, Briptu RS blayer-blayer [menggeber] motor. Berulang-ulang, kejadiannya sore menjelang magrib,” ujarnya.

Tak hanya sampai disitu, Syafei sontak merasa tergangu dengan perilaku rian yang menggeber motor. Sehingga menanyakan maksud dari tindakan Rian.

“Lalu terjadi adu mulut antara SY dan RS. Terus datang ayah RS. Karena anaknya bersitegang dengan SY. Pak Wiwik itu sempat mengambil clurit, tapi berhasil dilerai warga,” lanjut dia.

Baca juga: Diduga Ingin Kuasai Harta, Remaja Habisi Nyawa Kekasih

Kemudian, imbuh Slamet, ada seorang warga bernama Sobiri yang akrab disapa Tukul mengetahui jika Briptu RS mengeluarkan senjata atau pistol. Sehingga, Sobirin bermaksut melerai namun malah terkena tembakan di lutut.

“Sampai saat ini dirawat di RSI Sultan Agung. Kami selaku pemangku wilayah membenarkan semalam terjadi insiden di wilayah kami. Untuk korban masih dirawat,” tutup dia.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago