[x] close
Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat
Solopos.com|lifestyle

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita sering memperhatikan segel pada botol air minum kemasan.

Solopos.com, JAKARTA--Untuk menjaga keamanan air minum, sejumlah produk botol air minum kemasan diberi segel plastik. Benarkah hal ini menjamin keamanan produk? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Air minum dalam kemasan baik berupa botol maupun galon menjadi pilihan sebagian besar orang karena dinilai lebih praktis, aman, dan higienis. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan air minum kemasan, sebagian produsen melengkapi produknya dengan segel plastik pada tutup botol.

Padahal, penggunaan segel plastik dalam botol air minum kemasan masih menuai kontroversi karena belum terbukti bisa menambah keamanan suatu produk. Jadi, apa saja kriteria botol air minum kemasan yang baik untuk dikonsumsi?

Baca Juga: Mengganti Daging Merah dengan Telur dan Susu Baik untuk Jantung

Botol minuman kemasan yang aman untuk kesehatan memiliki beberapa kriteria berikut ini:

1. Tutup botol terkunci rapat

Sebelum Anda membeli dan mengonsumsi air minum kemasan, penting untuk memeriksa kondisi tutup botol terlebih dahulu. Tutup botol umumnya dilengkapi kunci pengaman khusus yang dikaitkan dengan cincin pengaman di bagian bawah tutup botolnya.

Cincin dan kunci pengaman tersebut berfungsi untuk menjaga kualitas minuman dan mencegah kotoran masuk ke dalamnya. Jika cincin dan kunci pengaman tutup botol telah terbuka atau rusak, berarti ada kemungkinan minuman di dalamnya sudah tercemar dan tidak layak dikonsumsi.

Oleh karena itu, pilihlah botol minuman kemasan yang tutupnya masih terkunci rapat dan tidak rusak. Tutup botol yang masih terkunci akan menimbulkan suara seperti retakan ketika dibuka.

2. Sertifikasi lembaga terkait

Pastikan pula air minum kemasan yang Anda beli telah memenuhi standar yang ditentukan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Hal ini dapat Anda ketahui dari logo SNI yang tertera pada desain kemasan produk.

Tak hanya itu, produk air minum kemasan juga sebaiknya telah tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang ditandai dengan adanya nomor BPOM. Hal ini menandakan bahwa produk minuman kemasan tersebut layak dan telah mendapatkan izin untuk beredar di pasaran.

Baca Juga: Ini Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Tubuh

Tips sehat kali ini membahas juga bagaimana dengan penggunaan segel plastik pada produk minuman kemasan? Cincin dan kunci pengaman tutup botol saja sebenarnya sudah sangat cukup untuk menjaga kualitas produk, sehingga penggunaan segel plastik untuk membungkus tutup botol ini hampir tidak berpengaruh.

Penambahan segel plastik tak lain hanya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terkait keamanan suatu produk minuman kemasan. Belum ada bukti bahwa penggunaan segel plastik ini dapat meningkatkan keamanan isi produk.

Nah, agar Anda lebih sehat sebaiknya perhatikan juga untuk memilih botol minuman yang aman dan ramah lingkungan. Hal ini mungkin terkesan merepotkan. Namun, tindakan sederhana ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar, tak hanya bagi diri Anda sendiri tapi juga bagi orang lain dan lingkungan.

Berikut ini adalah alasan pentingnya berhati-hati dalam memilih botol air minum kemasan seperti dikutip dari Alodokter.com, Selasa (11/5/2021):

1. Dampak bagi kesehatan

Pengunci tutup botol menjadi penanda mutu dan keamanan isi produk. Ketika pengunci tutup botol rusak atau terbuka, isi produk tidak lagi terjamin kualitasnya, bahkan tidak menutup kemungkinkan kuman atau zat berbahaya sudah masuk dan mengontaminasi isi produk.

Baca Juga: Ini Manfaat Susu Almond untuk Kecantikan

Bila tetap dikonsumsi, air mineral kemasan yang sudah terkontaminsi bisa menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya keracunan atau diare.

2. Dampak bagi lingkungan

Penggunaan botol plastik yang sulit didaur ulang akan meningkatkan penumpukan limbah plastik. Padahal, di tahun 2016 sendiri, produksi plastik sudah mencapai 320 juta ton. Angka ini diperkirakan terus bertambah setiap tahunnya.

Sementara itu, dibutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun agar plastik bisa terurai sempurna, bahkan ketika terurai pun, limbah plastik tersebut tidak sepenuhnya hilang dan dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air.

Pada akhirnya, hal tersebut akan merugikan manusia, seperti tanah menjadi tidak subur untuk ditumbuhi tanaman dan air terkontaminasi bahan kimia dari plastik yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago