Ini Fakta Menarik Saat Demonstrasi UU Cipta Kerja di Jakarta
Solopos.com|news

Ini Fakta Menarik Saat Demonstrasi UU Cipta Kerja di Jakarta

Massa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat ricuh. Massa melempari polisi dengan batu.

Solopos.com, JAKARTA — Pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja memunculkan gelombang aksi demonstrasi hingga Kamis (8/10/2020). Ada sejumlah fakta menarik dalam demonstrasi hari ini.

Sebagaimana diketahui, massa aksi menggelar demonstrasi untuk memprotes UU Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR di Rapat Paripurna pada Senin (5/10/2020). Massa tetap turun ke jalan meskipun di tengah pandemi corona.

Massa aksi tersebar di beberapa titik, mulai di sekitar gedung DPR hingga kawasan Harmoni. Demonstrasi ini juga diwarnai dengan bentrok dan pembakaran fasilitas umum.

Detik.com, merangkum beberapa fakta menarik seputar demonstrasi omnibus law UU Cipta Kerja per pukul 15.32 WIB :

1. Tiga Remaja Positif Corona, 27 Orang Reaktif

Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 96 remaja yang hendak demonstrasi di gedung DPR. Para remaja tersebut dites swab dan hasilnya tiga remaja dinyatakan positif Corona.

“Pagi tadi hingga siang ini ada 96 orang yang diamankan di sekitar Tomang,” kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru dalam keterangannya, Kamis.

Demo Ricuh, PKL Malioboro Jogja Terpaksa Tutup

Audie mengatakan pihaknya kemudian melakukan swab terhadap para remaja tersebut. Hasilnya tiga remaja positif Corona.

Sementara itu, Polda Metro Jaya melakukan rapid test terhadap kelompok anarko yang diduga hendak merusuh di DPR, Jakarta. Sejauh ini sudah ada 27 orang yang dinyatakan reaktif Corona.

“Kemarin sudah ada 22 orang yang reaktif, tambah lagi hari ini sudah 5 yang reaktif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi Detik.com, Kamis.

2. Massa Jebol Sekat di Jalan Daan Mogot

Sementara itu, per pukul 15.13 WIB, peserta demonstrasi terlibat bentrok dengan aparat polisi dan TNI yang melakukan penyekatan di Jl. Daan Mogot, Tangerang. Massa pun menjebol pengamanan aparat.

“Tadi sempat kita tahan, terjadi kericuhan. Kita sempat mengeluarkan water cannon untuk tembakkan air,” kata Kabag Ops Polres Tangerang Kota AKBP Ruslan saat dihubungi, Kamis.

Ruslan mengatakan kericuhan terjadi sejak siang tadi di Jl. Daan Mogot, Tangerang, yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Namun saat ini massa akhirnya dilewatkan karena jumlah yang terlalu banyak.

“Kita nggak kuat karena kekuatan massa 2.000 lebih di Daan Mogot masih ngalir dari tadi 15 menit masih ngalir, tak bisa ditahan, sudah jebol, menuju ke Jakarta,” ucapnya.

Tugu Kartasura Diblokade Massa, Jalur Jogja-Solo-Semarang Lumpuh

3. Pos Polisi Patung Kuda dan Harmoni Dirusak-Dibakar

Perusakan oleh massa juga terjadi di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Massa langsung merangsek masuk ke pos polisi yang menempel di simpang Monas tersebut.

Pantauan Detik.com di lokasi per pukul 15.13 WIB, Kamis (8/10), awalnya massa melempar barikade polisi. Beberapa massa pun melempar bom molotov.

Polisi membalas serangan massa dengan menembakkan water cannon dan gas air mata. Setelah itu, bubar dan terpencar. Saat kondisi bubar itulah, beberapa massa merusak pos polisi. Kaca pos polisi pun dipecahkan oleh massa. Pos polisi dibakar.

Selain pos polisi (pospol) di Bundaran Patung Kuda Wijaya, pospol di perempatan Harmoni dirusak peserta demonstrasi. Massa yang menolak UU Cipta Kerja merusak pospol saat kericuhan terjadi di lokasi.

Tampak pos polisi di kawasan Harmoni telah dirusak massa. Kaca pos polisi pun telah pecah. Selain itu, terlihat coretan-coretan vandalisme di pos polisi Harmoni.

Duh, Wartawan di Semarang Dapat Intimidasi dari Polisi saat Demo Omnibus Law

4. Massa Lempari Polisi, Polisi Tembaki Air Mata

Massa pendemo juga beraksi di kawasan Harmoni, Jakarta. Mereka melakukan aksi melempar polisi dengan botol, dan menendang penjagaan polisi.

Pantauan detikcom per pukul 13.18 WIB, di lokasi, massa sekitar 200 orang datang pukul 12.30 WIB. Mereka membawa spanduk dan bendera Merah-Putih ditambah 2 mobil komando. Seorang orator dari mobil komando tampak terus menyuarakan protes terkait pengesahan UU Cipta Kerja.

Sekitar 20 menit kemudian, terjadi keributan antara peserta demonstrasi dan polisi yang berjaga. Tak hanya itu, mereka juga melempari polisi yang sedang bersiaga di salah satu gedung sekitar Harmoni.

Polisi yang menyekat perempatan Harmoni menuju depan Istana Merdeka dilempari botol oleh massa tersebut. Tak hanya itu, tameng yang digunakan oleh polisi ditendang-tendang oleh massa.

Polisi yang berjaga tidak membalas serangan dari massa tersebut. Kondisi di lokasi sempat mereda beberapa. Namun, tak lama kemudian, massa kembali melempar botol ke arah polisi dan kembali ricuh.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago