top ear
Alexander Tedja. (istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Alexander Tedja. (istimewa)

Ini Dia Profil Pemilik Baru Hartono Mall Solo, Si Raja Properti yang Tajir Melintir

Bisnis bos Pakuwon Jati, Alexander Tedja, semakin menggurita setelah membeli dua mal dan satu hotel di Solo dan Jogja.
Diterbitkan Kamis, 3/12/2020 - 09:29 WIB
oleh Solopos.com/Kaled Hasby Ashshidiqy
3 menit baca

Solopos.com, SOLO -- PT Pakuwon Jati (Tbk) resmi mencaplok tiga aset milik PT Delta Merlin Dunia Properti pada 25 November 2020 lalu. Ketiga aset itu yakni Hartono Mall Solo di Solo Baru, Sukoharjo; Hartono Mall Jogja; dan Marriot Hotel Jogja. Tak kurang dari Rp1,359 triliun digelontorkan Pakuwon Jati untuk membeli aset milik Duniatex Group itu.

Tambahan dua mal dan satu hotel itu membuat aset Pakuwon Jati semakin susah dihitung pakai jari baik tangan maupun kaki. Julukan raja properti dan mal semakin sahih disandang Pakuwon Jati. Menurut situs resmi perusahaan, pakuwonjati.com, yang dilihat solopos.com, Kamis (3/12/2020), perusahaan raksasa ini memiliki empat superblock di Jakarta dan Surabaya, 11 mal, 16 perumahan, 6 gedung perkantoran, 8 hotel. Jumlah itu belum termasuk dua mal dan satu hotel yang baru dibeli tadi dan beberapa proyek yang masih berjalan.

Lantas siapa sih pemilik Pakuwon Jati? Dia adalah Alexander Tedja. Posisinya adalah Presiden Komisaris di Pakuwon Group. Dengan bisnisnya yang menggurita, maka tak aneh jika pengusaha kelas kakap ini dinobatkan sebagai orang terkaya ke-21 di Indonesia dengan kekayaan senilai 1,3 miliar dollar AS (setara Rp18,4 triliun). Itu menurut Forbes per Kamis.

Ganti Pemilik, Ini Dia Bos Baru Hartono Mall Solo

Kekayaannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014 lalu, masih menurut Forbes, ia orang terkaya ke-34 di Indonesia. Kini melompat 13 tangga menjadi ke-21.

Alexander Tedja menikah dengan Melinda dan memiliki 4 orang anak. Putra sulungnya, Eiffel Tedja dan anak keduanya, Irene Tedja, bergabung bersama Pakuwon Group dalam jajaran direktur.

Eiffel Tedja, menikah dengan Imelda Dharma, putri konglomerat Artalyta Suryani (Ayin) dan Surya Dharma (Grup Gajah Tunggal). Sedangkan Irene Tedja menikah dengan Prajna Murdaya, anak dari pasangan konglomerat Murdaya Widyawimarta Poo dan Siti Hartati Tjakra Murdaya (pemilik Grup Central Cipta Murdaya).

Beli Aset Hartono Mall Solo & 2 Properti di DIY, Pakuwon Jati Rogoh Rp1,359 Triliun

Perjalanan Bisnis

Menurut wartaekonomi.co.id, Alexander Tedja memulai bisnisnya malah bukan di bidang properti, melainkan perfilman. Ia mendirikan PT ISAE Film pada 1972. Lima tahun berselang ia melebarkan usaha dengan mendirikan Menara Mitra Cinema Corp hingga mendirikan PT Pan Asiatic Film pada 1991.

Bisnis properti baru dimulai Alexander Tedja pada 1982 dengan nama PT Pakuwon Jati Tbk yang kini bernama Pakuwon Group. Pada era itu, ia membeli tanah di Jl. Basuki Rahmat, Surabaya yang kemudian menjadi tempat berdirinya Plaza Tunjungan I yang menjadi cikal bakal Tunjungan Plaza. Proyek tersebut dimulai pada tahun 1986 dan terus berlanjut menjadi Plaza Tunjungan II, III, IV.

Pada 1989, PT Pakuwon Jati Tbk go public menjadi perusahaan publik dan berhasil menembus Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PWON. Pada 2007, ia mengakuisisi 83,3% saham milik PT Artisan Wahyu, yang merupakan perusahaan pengembang superblok Gandaria City di Jakarta.

Ngemal Lagi! Jokowi Main Bareng Jan Ethes di Hartono Mall Sukoharjo

Sukses dengan bisnis malnya, Alexander Tedja lalu merambah bisnis properti mulai dari Sheraton Hotel Surabaya, Kondominium, Regensi, dan Menara Mandiri.

Jakarta dan Surabaya

Hampir semua aset usaha Pakuwon Grup berada di Jakarta dan Surabaya. Pembelian dua mal dan satu hotel di Sukoharjo dan Jogja tersebut menjadi upaya Pakuwon Jati melebarkan wilayah bisnisnya.

"Alasan dilakukannya transaksi [pembelian dua mal dan satu hotel] adalah diversifikasi geografis untuk memperoleh potensi atau peluang basis pertumbuhan baru di luar Surabaya dan Jakarta," tegas manajemen Pakuwon Jati, Senin (30/11/2020), seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id.

Prospek Duniatex Dinilai LPEI Masih Bagus, Ini Alasannya...

Manajemen mengaku, saat ini posisi kas dan setara kas perusahaan dalam kondisi cukup untuk mendanai pembelian aset-aset di atas sehingga stabilitas arus kas perusahaan tidak terganggu.

"Tambahan portofolio tersebut adalah properti dalam keadaan beroperasi akan semakin memperkuat basis pertumbuhan perusahaan dari peningkatan pendapatan berulang maupun arus kas perusahaan untuk tahun-tahun mendatang," tutupnya.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini