Ini Dia Bripka Singgih, Polisi Sragen Si Ahli Hipnosis

Seorang anggota Polres Sragen bernama Bripka Singgih Pambudi Rachmat, diganjar penghargaan dari Kapolres karena aksinya menolong orang lain melalui hipnosis.
SHARE
Ini Dia Bripka Singgih, Polisi Sragen Si Ahli Hipnosis
SOLOPOS.COM - Bripka Singgih Pambudi Rachmat. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Banit Sat Intelkam Polres Sragen, Bripka Singgih Pambudi Rachmat, terbilang polisi istimewa. Ia memiliki kemampuan hipnosis yang jarang dimiliki polisi lain. Kemampuannya ini bukan untuk menipu orang. Sebaliknya, kemampuan hipnoterapi Bripka Singgih ini digunakan untuk membantu orang lain.

Selain bertugas sebagai aparat kepolisian, Bripka Siggih juga memiliki kegiatan lain di luar kerjanya yang bersifat sosial. Ia melayani hipnoterapi untuk para santri Pondok Pesantren & Rumah Asuh Daarul Muthola’ah, Kecamatan Kalijambe, Sragen agar mudah menghafal Al Qur’an.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Ia juga membantu para anggota Bhayangkari Polres Sragen yang mengalami kecemasan berlebihan untuk mengatasinya. Bukan cuma itu, Bripka Singgih juga menolong narapidana narkoba di Lapas Madiun agar lepas dari kecanduan barang harap tersebut. Semuanya ia lakukan secara cuma-cuma.

BAca Juga: Di Tangan Ibu RT Asal Palur Ini, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan

Ditemui pada Rabu (26/1/2022), Singgih menjelaskan hipnoterapi merupakan terapi hipnotis yang menggiring orang supaya orang tersebut dapat khusyuk atau fokus. Cara kerjanya dengan masuk ke alam bawah sadar seseorang. Pasien yang diterapi akan mendapatkan manfaat pengobatan atau motivasi, namun syaratnya harus mau terbuka atau pasrah.

Terapinya untuk para santri Ponpes Daarul Muthola’ah berasal dari sebuah kegiatan bakti sosial akhir tahun lalu. Dia mendapat sejumlah masalah yang dihadapi para santri, seperti malas, rasa terbebani sehingga sulit menghafal Al Quran hingga kecanduan gawai.

“Kami mengubah alam sadar mereka supaya ketika membuka Al Qur’an itu semangat,” kata bapak dua anak tersebut.

polisi ahli hipnosis polres sragen
Bripka Singgih Pambudi Rachmat (kiri) melakukan terapi hipnoterapi kepada para santri supaya bisa menghafal ayat suci di Pondok Pesantren & Rumah Asuh Daarul Muthola’ah, Kecamatan Kalijambe, Sragen belum lama ini. (Istimewa/Bripka Singgih Pambudi Rachmat)

Baca Juga: Ungkap Kasus Tabrak Lari, 4 Anggota Satlantas Polres Sragen Raih Award

Ia lantas mengadakan hipnoterapi secara massal dengan melibatkan 30 santri selama 30 menit. Terapi massal dilakukan karena para santri tersebut memiliki masalah yang sama. Para santri itu dibuat tertidur beberapa saat, namun masih bisa mendengarkan suara. Singgih lalu memberikan motivasi kepada mereka sebelum terbangun. Tidak ada efek samping bagi pasien yang diterapi.

“Setelahnya, anak-anak timbul semangat belajar dan lebih giat. Tidak lagi tergantung kepada gadget,” klaimnya.

Singgih juga memberikan terapi secara personal kepada pengurus ponpes yang memiliki trauma.

Selain itu, ada seorang anggota Bhayangkari yang mengalami kecemasan berlebihan atau serupa psikosomatik. Antara lain takut keluar rumah karena bisa terjatuh dan takut tiba-tiba napasnya hilang.

Baca Juga: Ini Cerita Polisi Ungkap Kasus Truk Tabrak Lari Bocah 9 Tahun di Sragen

“Ada teman cerita, sudah berobat ke sana ke mari ke Solo juga hipnoterapi. Ada perkembangan, namun karena jauh jadi jaranf terapi. Kemudian saya coba menerapinya. Alhamdulillah ada perkembangan sedikit-sedikit. Itu tergantung orangnya,” paparnya.

Beri Semangat Hidup

Layanan hipnoterapi Singgih juga dilakukan hingga ke salah satu lapas di Madiun. Sata itu ia 25 pasiennya ada 25 narapidana. Secara umum, kondisi pasien yang diterapi adalah orang yang kecanduan narkoba serta kehidupan rumah tangganya berantakan.

“Metode hipnoterapi memberikan semangat hidup dan forgiveness [memaafkan] kepada diri sendiri dan orang lain. Saya memberikan pemahaman bahaya narkoba. Masuk gelombang pada teta itu menyampaikan narkoba tidak ada fungsinya, malah berbahaya apabila diteruskan. Akan terpuruk dengan jauh dari orang lain dan jauh dari Tuhan,” paparnya.

Baca Juga: Ini Syarat Bikin SKCK di Polres Sragen

Berkat aksi sosialnya ini, Bripka Singgih diganjar penghargaan oleh Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, bersama enam anggota Polres lain pada Senin (24/1/2022) lalu lalu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago