Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini Alasan Ilmuwan Hidupkan Kembali Virus Zombie

Ilmuwan punya alasan tersendiri mengapa mereka menghidupkan kembali virus zombie.
SHARE
Ini Alasan Ilmuwan Hidupkan Kembali Virus Zombie
SOLOPOS.COM - Ilustrasi ilmuwan melakukan penelitian di laboratorium. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO-Ilmuwan menghidupkan kembali virus zombie dari zaman prasejarah, ternyata hal ini ada alasannya. Simak ulasannya di info sehat kali ini.

Virus ini tertimbun ribuan tahun yang lalu jauh di permafrost Siberia. Virus ini disebutkan akan kembali ke keadaan yang mampu menginfeksi setelah tidak lagi beku. Permafrost adalah lapisan beku permanen di bawah permukaan bumi. Ini terdiri dari tanah, kerikil, dan pasir, biasanya diikat oleh es.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Sedangkan menurut sciencedirect permafrost didefinisikan sebagai tanah dengan suhu tetap pada atau di bawah titik beku (0°C) selama dua tahun atau lebih berturut-turut.

Baca Juga: Apa Itu Virus Zombie, Ini Penjelasannya

Mengutip laman sciencealert.com dan bisnis.com, Jumat (2/12/2022), alasan menghidupkan kembali virus zombie yang diperkirakan berusia hampir 50.000 tahun atau sekitar 48.500 tahun itu adalah untuk mempelajari mikroba yang akan muncul ketika lapisan permafrost mencair akibat pemanasan iklim. Usia ini merupakan usia rekor untuk mikroroganisme beku yang kembali ke keadaan yang mampu menginfeksi organisme lain.

Ilmuwan yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Jean-Marie Alempic dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis ini meneliti virus amuba zombie ini sebenarnya satu dari 13 yang dianalisis dalam penelitian ini. Sembilan diantaranya berusia puluhan ribu tahun. Berpotensi jadi ancaman Jean-Marie Alempic menyebut virus-virus yang dihidupkan kembali ini memiliki potensi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat bahaya yang akan timbul.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca Juga: WHO Ubah Nama Monkeypox Jadi Mpox

“Karena pemanasan iklim, permafrost yang mencair secara permanen melepaskan bahan organik yang membeku hingga satu juta tahun, yang sebagian besar terurai menjadi karbon dioksida dan metana, yang semakin meningkatkan efek rumah kaca,” tulis peneliti.

Peneliti juga menyebut virus itu tetap bisa menular meski sudah terperangkap ribuan tahun di tanah beku. Dalam studinya, para peneliti menetapkan bahwa masing-masing virus yang telah diekstraksi dari permukaan dingin Siberia yang mencair berbeda dari semua virus yang ada yang diketahui dalam hal genomnya.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Baca Juga: Kondom Aneka Rasa Aman atau Tidak untuk Berhubungan Intim, Ini Penjelasannya

“Permafrost kuno kemungkinan akan melepaskan virus yang tidak diketahui ini saat dicairkan,” tulis peneliti

“Berapa lama virus ini dapat tetap menular setelah terpapar kondisi luar ruangan, dan seberapa besar kemungkinan mereka akan bertemu dan menginfeksi inang yang sesuai dalam interval tersebut, masih belum dapat diperkirakan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Ilmuwan Hidupkan Kembali Virus ‘Zombie’ yang Punah Puluhan Ribu Tahun, Mengapa?



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode