Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini Alasan Erick Thohir Beri Lampu Hijau Rights Issue untuk 5 BUMN

Erick Thohir mengatakan penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.
SHARE
Ini Alasan Erick Thohir Beri Lampu Hijau Rights Issue untuk 5 BUMN
SOLOPOS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengamati miniatur pesawat Garuda Indonesia buatan Khomaidi, santri asal Madura, Selasa (15/2/2022). (Antaranews.com)

Solopos.com, JAKARTA — Lima badan usaha milik negara atau BUMN berencana menambah modal lewat mekanisme rights issue. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana itu.

Lima BUMN yang akan rights issue yaitu PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Krakatau Steel (KRAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Krakatau Steel (KRAS), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Erick menyebut aksi korporasi kelima BUMN tersebut bertujuan untuk menjaga permodalan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Jangan dibilang utang lagi, yang namanya aksi korporasi kan macam-macam, apakah menambah modal dari peran pemerintah, penambahan modal dari aksi korporasi pasar, kemitraan strategis, dan lain-lain,” ujar Erick dalam keterangan kepada media di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Erick Thohir mengaku tak sembarang memberikan lampu hijau bagi BUMN melakukan rights issue. Erick mengatakan penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.

Contohnya, BTN yang fokus menyedihkan hunian bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang kini menjadi mayoritas penduduk Indonesia. BUMN, ucap Erick, harus memberikan jalan keluar atas kesulitan generasi muda dalam mendapatkan hunian.

“Mesti ada solusi dong, masa yang kaya-kaya aja dapet rumah, generasi baru kita tidak bisa beli rumah. Makanya kita punya program yang namanya Rumah Milenial di mana kerja sama BTN dan KAI,” lanjutnya.

Baca Juga: Sepertiga Kekuatan Ekonomi RI di Tangan BUMN, Begini Pesan Erick Thohir

Erick menyampaikan rumah milenial yang berlokasi di sebelah stasiun kereta api menerapkan sistem subsidi silang dengan perbedaan terletak pada kualitas interior seperti jenis dan model toilet hingga plafon.

“Kita sudah lakukan empat proyek yang jadi, kita ingin harus lebih dorong lebih banyak lagi karena kebutuhan rumah hampir satu juta lebih kalau tidak salah. Berarti permodalan harus kuat, tapi bisnis dan masa depan harus bagus. Jangan hanya tambah-tambah modal, tapi sunset industri,” ucap mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Erick menyampaikan penambahan modal pun diperlukan Krakatau Steel dalam memperkuat ekosistem industri baja nasional. Erick menyampaikan sektor baja dalam negeri juga mengalami tantangan akibat adanya impor baja ilegal.

Baca Juga: Pesan Khusus Erick Thohir ke BUMN: Jangan Jadi Dinosaurus di Era Digital

“Artinya, ini baja impor ada yang resmi dan ada yang selundupan, ini kan akhirnya enggak bagus buat membangun industri kita, itu kenapa kita di Krakatau Steel kita restrukturisasi, yang delapan tahun berturut turut rugi sekarang sudah untung Rp800 miliar,” ucap pria kelahiran Jakarta tersebut.

Namun Erick tak puas hanya berhenti di sini. Erick Thohir menyampaikan Krakatau Steel pun menggandeng Posco dalam memperbaiki industri baja nasional dengan Posco fokus pada lempengan mobil untuk kendaraan baterai listrik.

Erick menilai fokus ini merupakan bagian dari ekosistem kendaraan listrik yang mana Hyundai membuat mobil, LG untuk baterai, maka Krakatau Steel dan Posco bikin lempengan mobilnya.

“Ini ekosistem yang tadinya kalau enggak ada barang ini ya impor, itu proyek 3,2 miliar dolar AS atau Rp50 triliun lebih, 50:50, ini yang kita dorong,” ucapnya.

Baca Juga: 600.000 Warga RI Berobat ke LN, BUMN Kesehatan Gandeng Jepang Garap KEK Sanur

Erick menilai Krakatau Steel memerlukan modal karena memang ada investasi baru yang menjanjikan dan bukan hanya membuat proyek.

“Ini yang saya enggak suka, selalu direksi-direksi BUMN, saya enggak bilang yang sekarang, yang sebelum-sebelumnya bikin proyek yang enggak jelas, akhirnya banyak yang mangkrak,” kata Erick menambahkan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode