Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ini 5 Alasan PSI Sebut Kinerja Anies Baswedan Hanya Kosmetik

Anies Baswedan, kata dia, justru melakukan program yang dinilai tidak signifikan misalnya gerebek lumpur atau sumur resapan.
SHARE
Ini 5 Alasan PSI Sebut Kinerja Anies Baswedan Hanya Kosmetik
SOLOPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) berjalan saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/9/2021). (Antara/M Risyal Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA — Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana menuding kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya bersifat kosmetik, yakni memoles dengan keindahan namun minim kemajuan.

“Kami bisa menyimpulkan tidak ada program pembangunan Jakarta yang signifikan. Hanya sifatnya kosmetik-kosmetik yang cantik untuk menyembunyikan progres yang tidak signifikan ini,” katanya dalam seminar daring Lingkar Diskusi Indonesia di Jakarta, seperti dikutip Solopos.com dari Antara, Kamis (24/3/2022).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta  itu mengungkapkan ada lima hal yang ia sebut sebagai kemunduran di Jakarta.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024, AHY: Terima Kasih

Lima hal tersebut yakni transparansi anggaran, penuntasan banjir, program uang muka (DP) rumah nol persen, pembangunan fase lanjutan LRT Jakarta dan program untuk UMKM.

William mengungkapkan soal transparansi anggaran pihaknya merasa kesulitan memantau anggaran mulai proses penghitungan hingga hasil akhir dari anggaran itu.

“Kami bisa melihat hanya anggaran yang sifatnya general (umum) atau kami sebut sebagai pagu anggaran. Kami tidak bisa melihat komponen terkecil dari anggaran ketika proses anggaran itu sedang direncanakan,” ucapnya.

Kedua, terkait pengendalian banjir yang ia sebut Anies belum melakukan penambahan normalisasi sungai sehingga prosesnya tersendat.

Baca Juga: Nasdem Gunakan Anies Baswedan Sebagai Investasi Politik 2024?

Anies, kata dia, justru melakukan program yang dinilai tidak signifikan misalnya gerebek lumpur atau sumur resapan, begitu juga konsep naturalisasi juga belum dikerjakan.

“Padahal program ini (normalisasi) sudah didukung anggaran dan disahkan DPRD DKI bersama Pemprov DKI kurang lebih Rp2 triliun selama Pak Anies menjabat,” ucapnya.

Ketiga, terkait DP nol persen dengan target saat kampanye mencapai 250.000 unit rumah namun hingga kini baru mencapai 1.500 unit.

“Jadi, tidak sampai angka satu persen. Bahkan kami ingat, itu target DP nol sempat ingin diturunkan menjadi 29.000 unit,” katanya.

Baca Juga: Anies Baswedan: Belum Waktunya Deklarasi Capres

Keempat, lanjut dia, soal kelanjutan fase kedua proyek LRT Jakarta belum dimulai.

“Kami kembali lagi mempertanyakan bagaimana cara Anies menuntaskan masalah kemacetan di Jakarta,” ucapnya.

Kelima, lanjut dia, soal program UMKM dengan target Oke Oce menciptakan 200.000 wirausahawan.

“Pak Anies mengklaim sudah ada 285.000 pendaftar Oke Oce, artinya secara kertas sudah melampaui target. Tapi kalau diteliti lebih dalam ternyata itu adalah yang mendaftar bukan yang mendapatkan akses permodalan. Data kami yang dapat akses modal hanya enam ribu pendaftar,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode