Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ingin Naik Kelas, 120 UMKM Belajar Teknik Marketing

Pelaku UMKM belajar teknik marketing supaya bisa naik kelas dengan pendapatan minimal setara dengan upah minimum kabupaten (UMK) per bulan.
SHARE
Ingin Naik Kelas, 120 UMKM Belajar Teknik Marketing
SOLOPOS.COM - Para pelaku UMKM serius mendengarkan dan memperhatikan penjelasan pakar pemasaran Sragen, Muh. Amir Anshori, saat memberikan materi dalam program pendampingan UMKM yang difasilitasi Lazismu Sragen di Gedung KBIH Muhammadiyah Ringinanom, Sragen Kulon, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (25/6/2022). (Solopos.com/ Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 120 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 20 kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah belajar teknik marketing untuk naik kelas, Sabtu (25/6/2022).

Program belajar teknik marketing yang difasilitasi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen itu berlangsung di Gedung KBIH Muhammadiyah Ringinanom, Sragen Kulon, Sragen.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pelaku UMKM belajar teknik marketing (pemasaran) supaya bisa naik kelas dengan pendapatan minimal setara dengan upah minimum kabupaten (UMK) per bulan.

Lazismu mendatangkan Pakar Marketing Sragen Muh. Amir Anshori yang juga anggota Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah.

Baca Juga: 18 Pelaku UMKM di Sragen Bentuk Laskar Gamma Untuk Pemilu 2024

Dari 120 orang pelaku UMKM itu, baru 24 orang pelaku UMKM atau 20% yang sudah berpenghasilan setara UMK Sragen.

Dalam kesempatan itu Lazismu menyerahkan Program Pemberdayaan UMKM 2022 secara simbolis kepada perwakilan UMKM, yakni pemberian gerobak alumunium untuk jualan es degan kepada pelaku UMKM asal Widoro, Sragen Wetan, Nurul Sifa, dan bantuan modal usaha jualan kerupuk sehati dan jadah kepada Isdiyanto, pelaku UMKM asal Mojomulyo, Sragen Kulon.

Kepala Divisi Program Media Lazismu Sragen Rizki Arif Hernawan saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu siang, menyampaikan 120 orang peserta program belajar teknik marketing itu terdiri atas kategori Hikmu 25%, Warungmu 50%, dan Usahamu 25%.

Baca Juga: Dililit Utang dan Gagal Influencer Marketing, Revlon Diambang Bangkrut

Dia mengatakan peserta pendampingan itu bagi sebagian UMKM di bawah binaan Lazismu Sragen. Dia mencatat ada 305 UMKM yang ada di 20 kecamatan yang terdata di Lazismu.

Selama 2021, Rizki mencatat ada 144 pelaku usaha UMKM baru yang difasilitasi Lazismu.

“Para pelaku UMKM ini berasal dari keluarga miskin. Mereka diberdayakan dengan berwirausaha supaya bisa mandiri dalam ekonomi. Ini strategi Lazismu Sragen dalam mengentaskan kemiskinan di Bumi Sukowati. Program pendampingan dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan tempat yang tidak sama. Setiap pendampingan ditekankan pada pemberian pengetahuan baru sekaligus monitoring program, misalnya materi motivasi berusaha, pengetahuan birokrasi, hingga materi teknik pemasaran,” jelas Rizki.

Baca Juga: Dukung Bisnis UMKM, Ini Strategi Digital Marketing 2022

Rizki menyampaikan mulai 2022 ini diharapkan UMKM di bawah binaan Lazismu Sragen bisa tumbuh dan mandiri dengan penghasilan minimal setara UMK dan bisa menyisihkan rezeki mereka untuk zakat dan infak ke Lazismu Sragen.

Rizki mengaku sudah melakukan pemetaan UMKM dengan lambang warga sebagai indikatornya. Dia menyebut UMKM dengan kode warga hitam itu merupakan UMKM yang bangkrut.

Dia melanjutkan lalu tanda warna merah merupakan UMKM dengan penghasilan pas-pasan dan belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Pengajuan Bantuan UMKM Kota Solo Dibuka, Ini Caranya

“Warga kuning itu UMKM yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian warna hijau untuk UMKM yang bisa menyisihkan penghasilannya untuk ditabung dan untuk berzakat dan berinfak,” katanya.

Dia menjelaskan UMKM belum bisa mendapatkan penghasilan optimal itu disebabkan banyak faktor, seperti lokasi yang tidak strategis dan faktor fisik pelaku UMKM yang terkadang sering sakit-sakitan.

Dia mengatakan awalnya Lazismu mengubah mind set para pelaku UMKM bahwa menjadi wirausaha itu harus bangga, tekun, dan ulet.

Baca Juga: Ini Lho! Tips Sukses Bisnis UMKM Ala Influencer Arief Muhammad

“Kami sampai membuatkan buku pedoman bagi administrasi keuangan UMKM. Hingga sekarang UMKM Hikmu itu ada 28 orang, UMKM Warungmu ada 107 orang, dan UMKM Usahamu ada 31 orang,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode