[ X ] CLOSE

INFRASTRUKTUR BOYOLALI : Akses ke RSUD di Andong Segera Dibangun

INFRASTRUKTUR BOYOLALI : Akses ke RSUD di Andong Segera Dibangun
SOLOPOS.COM - Sejumlah pekerja mulai membangun pagar keliling RSUD di Andong, Sabtu (23/5/2016). RSUD Banyudono akan relokasi ke Andong akhir Juli. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Infrastruktur Boyolali berupa akses ke RSUD di Andong segera dibangun.

Solopos.com, BOYOLALI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali segera membangun akses menuju RSUD Banyudono yang ada di Andong.

Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM (DPU dan ESDM) Boyolali melalui Bidang Cipta Karya telah selesai melalang proyek jalan dengan nilai proyek yang diperoleh pemenang tender berkisar Rp442,69 juta.

Kabid Cipta Karya DPU dan ESDM Boyolali, Arif Gunarto, menjelaskan proyek jalan menuju RSUD Banyudono di Andong merupakan proyek peningkatan jalan lingkungan. “Kami belum akan melebarkan jalan karena berkaitan dengan pembebasan lahan sedangkan tahun ini Bidang Aset belum punya anggaran untuk pembebasan lahan, jadi jalan yang ada dulu kami tingatkan,” kata Arif, saat berbincang dengan Solopos.com, di ruang kerjanya, Selasa (23/8/2016).

Jalan menuju RSUD Banyudono di Andong merupakan jalan lingkungan dan belum menjadi jalan kabupaten. Lokasi rumah sakit sekitar 200 meter ke arah selatan dari Jl. Raya Klego-Andong.

“Jadi nanti jalan yang akan kami bangun panjangnya sekitar 200 meter dengan lebar tetap 4 meter,” ujar Arif.

Saat ini, akses jalan menuju rumah sakit cukup memprihatinkan karena hanya berupa jalan tanah berbatu sehingga saat turun hujan jalan menjadi becek. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi pengguna jasa rumah sakit atau pasien yang akan berobat ke rumah sakit.

“Oleh karena itu fokus kami saat ini adalah membangun jalan khusus ke rumah sakit. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang akan berobat ke rumah sakit.”

Dalam waktu dekat proyek jalan mulai digarap oleh kontraktor CV Mekar Buana. “Kemarin tim kami bersama kontraktor sudah cek ke lokasi untuk pengukuran ulang.”
Pada bagian lain, proyek pembangunan sejumlah fasilitas pendukung di RSUD Banyudono di Andong dikebut. Manajemen rumah sakit berharap proyek tersebut tuntas Oktober mendatang.

Dari informasi yang dihimpun Solopos.com, sejumlah fasilitas pendukung yang saat ini masih dalam tahap pembangunan antara lain gedung radiologi dan laboratorium senilai Rp2,35 miliar, tempat cuci sarana dan prasarana senilai Rp313 juta, pembangunan tempat pemulasaran jenazah senilai Rp344 juta, pembangunan paving senilai Rp344 juta, pembangunan gedung pertemuan senilai Rp350 juta, dan pembangunan pagar lingkungan rumah sakit senilai Rp1,2 miliar.

“Kami berharap proyek selesai Oktober sesuai jadwal. Kalau proyek sudah selesai, tentu rumah sakit ini akan lebih representatif untuk pelayanan pasien,” kata Kasi Peningkatan RSUD Banyudono di Andong, M.Aksin.

Camat Andong, Sucipto, berharap relokasi RSUD Banyudono ke Andong mampu meningatkan ekonomi warga setempat. “Warga bisa membuka warung makan, warung sembako untuk melayani keluarga pasien.” Tidak hanya itu, warga juga bisa membuka usaha kos bagi para perawat praktik di rumah sakit.

 



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago