;

Infeksi Selaput Otak: Bertahun Keluarga Nunggu Tangisan Keras Richie

Suara tangisan sejadi-jadinya dari bibir Richie diharapkan bisa membuka kembali syaraf-syaraf yang selama ini tersumbat pada tubuh bocah itu.
SHARE
Infeksi Selaput Otak: Bertahun Keluarga Nunggu Tangisan Keras Richie
SOLOPOS.COM - Bocah penderita infeksi selaput otak, Michael Richie Wiputra, 8, dalam pelukan kakaknya Birgita stephania metta sallom, 19, di rumah keluarga tersebut di Dukuh Dengkeng Kulon, Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Jumat (20/5/2022) malam. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Keluarga Michael Richie Wiputra, 8, sangat menantikan suara tangisan bocah yang mengalami infeksi selaput otak.

Suara tangisan sejadi-jadinya dari bibir bocah itu diharapkan bisa membuka kembali syaraf-syaraf yang selama ini tersumbat pada tubuh bocah itu.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Richie yang tinggal di Dukuh Dengkeng Kulon, Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah mengalami infeksi selaput otak hingga kelumpuhan sejak umur 1,5 tahun.

Ayah Richie, Maryadi, 42, menceritakan sebelum sakit hingga mengalami kelumpuhan, Richie anak yang sangat aktif.

“Waktu itu sering main bola sama saya. Tetapi sayang rekaman video di HP sudah tidak ada,” kata Maryadi saat ditemui di rumahnya, Jumat (20/5/2022) malam.

Baca Juga: Mensos Kunjungi Richie, Bocah Klaten Penderita Infeksi Selaput Otak

Awalnya Richie tiba-tiba mengalami demam. Bocah itu lantas dibawa ke klinik kesehatan.

Namun kondisi kesehatan Richie semakin menurun hingga bocah itu dibawa ke salah satu rumah sakit di Klaten sebelum dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta.

Di rumah sakit, Richie didiagnosis terserang penyakit infeksi selaput otak dan mengalami kelumpuhan.

Sejak itu Richie hanya berbaring. Tak ada sepatah kata yang diucapkan bocah itu. Sesekali dia mengecap.

Baca Juga: Dokter Konfirmasi Olga Sakit Radang Selaput Otak

Awalnya Richie dirawat oleh sang ibu, Yanti Kumalasari. Namun Yanti meninggal dunia sejak 2019 lantaran mengalami tumor otak.

Sejak Yanti meninggal dunia, Richie dirawat kakaknya, Birgita Stephani Metta Sallom, 19, sembari merampungkan pendidikan SMA dan kini melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sementara, Maryadi menjadi tulang punggung keluarga, bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan tak menentu.

Maryadi menjelaskan rumah tempat ia tinggal bersama anak-anaknya milik orang lain. Awalnya keluarga Maryadi tinggal di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan.

Baca Juga: Kena Radang Selaput Otak, Kondisi Ashanty Membaik

Namun tanah sekaligus rumah yang sebelumnya dia tempati dijual. Hasil penjualan rumah setelah dibagi dengan keluarga besar digunakan untuk menutup biaya perawatan selama hampir sebulan Richie dirawat di rumah sakit.

“Dulu biaya rumah sakit hampir Rp90 juta. Hasil penjualan tanah belum menutup biaya rumah sakit. Sebelumnya masih ada tanggungan hampir Rp70 juta. Tetapi saya mencoba mengurus kali terakhir itu sudah ada pihak yang mengurusi. Hanya membutuhkan proses,” kata Maryadi.

Terkait kondisi Richie, Maryadi menjelaskan awalnya Richie tak bisa merespons apapun. Keluarga hanya mengandalkan insting dari sedikit gerak tubuh bocah tersebut.

Baca Juga: Awas! 12 Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Pendarahan Otak Seperti Tukul Arwana

“Sekarang kondisi Richie raut mukanya segar. Teriakannya mulai kuat. Respons terhadap cahaya mulai ada. Waktu awal keluar dari rumah sakit belum ada respons. Sekarang setiap lampu dinyalakan dan dimatikan mulai kaget. Pendengarannya juga mulai merespons. Ketika mendengar suara kencang kaget,” kata Maryadi.

Maryadi terus berharap Richie bisa menangis sejadi-jadinya. Tangisan Richie diharapkan bisa membuka syaraf-syaraf yang tersumbat dan memperbaiki kondisi bocah yang semestinya sudah duduk di bangku SD itu.

“Harapan saya kalau dia bisa menangis kejer, syaraf-syarafnya bisa terbuka dan mulai normal lagi. Inginnya Richie bisa berkomunikasi dan saya tahu apa yang dia inginkan dan dia rasakan,” kata dia.

Baca Juga: Hindari Makanan Ini untuk Mencegah Pendarahan Otak Seperti Tukul Arwana

Richie bisa menangis kejer juga menjadi harapan mendiang ibunda bocah itu. Bahkan Maryadi dan mendiang istrinya memiliki rencana bakal menggelar syukuran kecil-kecilan ketika mendengar tangisan pertama sang buah hati.

Maryadi bersyukur dikelilingi oleh orang-orang baik. Ada yang berdatangan memberikan bantuan materiil maupun doa.

Maryadi merasa tak membalas kebaikan yang sudah diberikan banyak orang ke keluarganya. “Semoga Tuhan bisa membalas kebaikan panjenengan semua dengan berlipat ganda,” ungkap Maryadi.

Baca Juga: Kabar Duka: Glenn Fredly Meninggal Dunia

Maryadi berencana menjalankan usaha di rumah. Dia mulai merintis usaha servis jok kursi atau pembuatan kursi minimalis.

Maryadi juga bisa melayani pembuatan kitchen set. Merintis usaha di rumah dilakukan Maryadi agar bisa sembari merawat putranya. Pasalnya, kakak Richie dalam waktu dekat mulai mengikuti kuliah secara tatap muka.

Kakak Richie, Stephani, mengatakan selama ini bisa mengikuti kuliah sembari merawat adiknya lantaran perkulihan masih digelar secara online.

Memasuki semester berikutnya, perkuliahan direncanakan digelar secara tatap muka di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

Baca Juga: Tak Perlu Obat, Ini Cara Meredakan Sakit Kepala saat Puasa

“Harapannya yang penting adik sehat terus, kalau bisa seperti dulu lagi,” kata Stephani.

Pada Jumat malam, Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharani, mendatangi rumah Richie didampingi Bupati Klaten, Sri Mulyani, serta pejabat di Kemensos dan Pemkab Klaten.

Pada kesempatan itu, Risma menyerahkan bantuan peralatan dari Kemensos serta bantuan yang dihimpun melalui kitabisa.com.

Bantuan untuk Richie yang berhasil digalang melalui kitabisa.com mencapai Rp70 juta.

Baca Juga: Bayi dengan otak di luar batok kepala butuh uluran tangan

Kemensos memberikan alat bantu aksesibilitas bagi Richie berupa kursi roda untuk penyandang cerebral palsy.

Selain itu bantuan peralatan kepada Maryadi untuk menjalankan usaha dari rumah sembari merawat Richie.

Kemensos juga bakal memberikan bantuan ternak yang bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga.

Kemensos bakal terus memantau perkembangan keluarga Richie. Sementara, pengelola kitabisa.com bakal mendampingi keluarga itu selama 10 bulan.

Risma menjelaskan jika masih ada orang baik yang ingin menyalurkan bantuan kepada Richie, bisa menyalurkan melalui kitabisa.com.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago