Ilmuwan AS Tuntut WHO Investigasi Ulang Covid-19

Kelompok ilmuwan Amerika Serikat meminta World Health Organization alias WHO investigasi ulang asal muasal virus corona pemicu Covid-19.
Ilmuwan AS Tuntut WHO Investigasi Ulang Covid-19
SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, JAKARTA — Sekelompok ilmuwan Amerika Serikat mengajukan surat terbuka yang meminta Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization alias WHO kembali melakukan investigasi asal muasal virus corona pemicu Covid-19. Sejauh ini, asal muasal virus yang dipublikasikan adalah diduga berasal dari hewan.

Dilansir Bloomberg, Jumat (30/4/2021), surat menuntut WHO investigasi ulang Covid-19 tersebut dipublikasikan pada hari yang sama. Surat ini merupakan yang ketiga kali diterbitkan oleh kelompok ilmuwan AS yang terdiri atas 20 orang pakar tersebut.

Salah satu ilmuwan adalah Chief Executive Officer Atossa Therapeutics Inc. Steven Quay, yang mengembangkan pengobatan untuk kanker payudara dan Covid-19. Selain itu, ahli geopolitik, Jamie Metzl, rekan senior Atlantic Council yang mengorganisasikannya.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Kata Astrologi Jago Berimajinasi

Surat terbuka tersebut meminta langkah-langkah spesifik untuk melakukan penyelidikan baru. Salah satunya memastikan bahwa tim investigasi dapat melakukan studi tanpa gangguan dari pejabat pemerintah negara tuan rumah, menghapus hak veto dalam proses pemilihan anggota dan mandat untuk akses terhadap data.

Sebuah misi bersama termasuk para ilmuwan dari China yang diorganisir WHO menemukan bahwa virus Corona mungkin menyebar dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain. Selain itu, ada dugaan penyebaran virus akibat insiden laboratorium.

Pemimpin investigasi WHO pada Maret, Peter Embarek mengatakan tujuan penelitian adalah menyelidiki sumber zoonosis virus, sehingga teori lain tidak menerima perhatian yang sama dan tim tidak sepenuhnya menyelidiki laboratorium.

Kecelakaan di Laboratorium

Sementara itu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penyelidikan tersebut tidak cukup mampu menganalisis kemungkinan adanya kecelakaan di laboratorium. Dia mengatakan siap untuk melakukan misi tambahan yang melibatkan ahli spesialis. Namun, itu membutuhkan kerja sama China.

Kota Wuhan di China, tempat wabah Covid-19 pertama kali ditemukan, adalah rumah bagi laboratorium virus dengan keamanan tinggi. Hal tersebut membuat mantan Presiden AS Donald Trump berspekulasi tentang kemungkinan kebocoran.

Namun, China membantah hal tersebut dan melontarkan teori alternatif bahwa virus mungkin telah memasuki negara itu melalui impor makanan beku.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Kata Kunci : WHO Virus Corona COVID-19
Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago