Idza Priyanti, Mantan Dirut Perusahaan Transportasi Tegal yang Kini Jadi Bupati Brebes

Idza merupakan wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971. Dirinya merupakan Bupati petahana yang memimpin salah satu kabupaten di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah sejak 2012.
Idza Priyanti, Mantan Dirut Perusahaan Transportasi Tegal yang Kini Jadi Bupati Brebes
SOLOPOS.COM - Bupati Kabupaten Brebes Idza Priyanti (Instagram/@lovebrebes)

Solopos.com, BREBES  Idza Priyanti adalah salah satu Srikandi Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Brebes, Jawa Tengah  periode 2017-2022. Mengutip dari situs Kpu.go.id, Rabu (22/9/2021), Idza merupakan wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971. Dia merupakan bupati  petahana yang memimpin salah satu kabupaten di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah sejak 2012.

Sebelum menjadi bupati atau terjun ke dunia politik, Idza memegang posisi direktur utama (Dirut) sebuah PO yang merupakan perusahaan angkutan terbesar di Kota Tegal. Nama PO itu adalah PO Dewi Sri. Posisi dirut ini sebelumnya dipegang oleh kakak dari Idza, Ikmal Jaya, setelah akhirnya memegang posisi Wali Kota Tegal periode 2009-2014.

Selama menjadi dirut, Idza banyak berinteraksi dengan warga sehingga pengalamannya bersosialiasi ini dia jadikan modal saat terjun dalam dunia politik. Hingga akhirnya pada 2007, Idza mencoba peruntungannya di dunia politik dengan menjadi Calon Bupati Kabupaten Brebes, menemani Indra Kusuma yang terlebih dahulu menjabat sebagai Bupati Kabupaten Brebes. Singkat cerita, pasangan Indra-Idza ini terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Brebes periode 2007-2012.

Baca Juga: Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Pada 2011, Bupati Indra terseret dalam kasus korupsi terkait  skandal pembelian tanah hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan demikian posisi bupati saat itu dipegang oleh Idza dengan status Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Brebes.

Kemudian pada 4 Desember 2012, Idza resmi dilantik menggantikan Indra Kusuma sebagai Bupati Kabupaten Brebes dan ditemani oleh Narjo sebagai Wakil Bupati. Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo saat itu.

Pada Pilkada 2017, pasangan ini kembali terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Brebes periode kedua. Sebelumnya,  pada Pilkada 2012, pasangan yang dikenal dengan sebutan ‘Ijo’ dan diusung oleh PDI-P ini berhasil meraih suara sebanyak 51,85 persen dalam penghitungan KPU setempat. Dirinya mengalahkan pasangan Agung Widyantoro dan Athoilah yang disingkat ‘Taat’ yang hanya mendapatkan suara presentase sebanyak 48,15 persen.

Baca Juga: Nikmatnya Sate Bumbon Khas Kendal, Bumbu Rempahnya Nampol Lur!

Lawannya, yaitu pasangan ‘Taat’ sempat memperkarakan pasangan ‘Ijo’ ini ke Mahkamah Konstutusi (MK) perihal keabsahan ijazah yang dimiliki pasangan ‘Ijo’ ini.

Selama menjabat sebagai kepala daerah, ibu dari 4 orang anak ini memberikan gajinya kepada salah satu warganya yang bernama Taripah bin Darsa, seorang wanita yang hanya makan nasi aking selama lima bulan setelah ditinggal  mati suaminya saat rumahnya terbakar.

Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level tiga periode tanggal 14-20 September lalu, Idza sempat menjadi sorotan karena dirinya menaikan kembali level PPKM di Kabupaten Brebes dari level 3 menjadi level 4, sementara daerah lainnya sudah ada di level 3.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dijuluki George Clooney Versi Jawa, Begini Profilnya

Hal ini diakui oleh Idza karena terjadi kesalahan administrasi dalam pelaporan data kasus Covid-19 ke Kementrian Kesehatan. Menurut Idza, secara riil di lapangan, wilayahnya masih pada PPKM level 3 se Jawa dan Bali.

Terkait hal ini, Bupati Idza telah melakukan klarifikasi dan validasi dalam instruksi Mendagri, Inmendagri No 42 tahun 2021 yang menyebutkan Kabupaten Brebes masuk wilayah PPKM Level 4. Kesalahan input data ini telah divalidasi dan juga diikuti dengan pemanggilan direktur dari 14 rumah sakit negeri dan swasta di Kabupaten Brebes dalam proses perbaikan data.

Dilansir  dari laman Instagram @lovebrebes, pada 28 Juni 2019 lalu, Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia (FIAKSI), PTTEO dan Dompet Duafa memberikan penghargaan kepada Idza sebagai pejuang kesehatan dalam komitmennya menurunkan kasus angka stunting. Diakui Idza, penghargaan ini menjadi suntikan motivasi baginya untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago