IDI: Saat ini Ada 29 Dokter di Solo Positif Corona
Solopos.com|soloraya

IDI: Saat ini Ada 29 Dokter di Solo Positif Corona

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo mencatat sebanyak 29 dokter di Kota Bengawan terpapar virus Corona saat ini. Sementara sudah 13 dokter di Solo yang meninggal dunia karena Covid-19.

Solopos.com, SOLO — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo mencatat sebanyak 29 dokter di Kota Bengawan terpapar virus Corona saat ini. Sementara sudah 13 dokter di Solo yang meninggal dunia karena Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua IDI Cabang Solo Adji Suwandono, kepada wartawan melalui Zoom, Senin (20/7/2021). Menurut Adji, dari 29 dokter itu, sebanyak 20 orang menjalani isolasi mandiri. Sementara ada sembilan dokter yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Inisiasi Gedor Lakon, Gus Yasin Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

“Dokter yang dirawat di RS itu mengalami penurunan saturasi oksigen di bawah 95%, sehingga harus dirawat. Kalau yang menjalani isolasi mandiri, rata-rata tanpa gejala atau bergejala ringan,” jelasnya.

Di sisi lain, sudah ada 13 dokter di Solo yang meninggal dunia karena virus Corona sejak awal Pandemi virus Corona diumumkan pada pertengahan Maret 2020 lalu hingga saat ini. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya adalah dokter umum dan lima lainnya ialah dokter spesialis, antara lain, spesialis radiologi, jiwa, saraf, obgyn, dan anestesi.

“Rata-rata berusia 50 tahun ke atas,” kata Adji.

Direktur RSUD Bung Karno (RSBK) Solo, Wahyu Indianto, mengatakan salah seorang dari dua dokter spesialis penyakit dalam di RS-nya sempat tertular virus Corona dan harus menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Jatuh di Jeglongan Jl Sragen-Ngawi Sambungmacan, Warga Gondang Sragen Meninggal

Dia tertular lantaran sudah kelelahan sehingga daya tahan tubuh menurun. Pelayanan RS sempat timpang dan pihaknya mengajukan bantuan kepada RSUD dr. Moewardi (RSDM) Solo.

“Kami meminta bantuan RSDM, tapi suratnya belum sempat dijawab, dokter kami sudah dinyatakan negatif sehingga bisa kembali bertugas. Kami adalah RS yang ketat menerapkan tata laksana Covid-19. Khususnya di ruang isolasi, tidak ada orang yang belum keluar masuk. Termasuk, di IGD maupun poli. Itu saja, kami masih kecolongan. Tenaga kami tetap ada yang tertular,” beber Wahyu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago