Hukum Suami Istri Melakukan Oral Seks dalam Islam, Boleh?
Solopos.com|lifestyle

Hukum Suami Istri Melakukan Oral Seks dalam Islam, Boleh?

Bagaimana hukum pasangan suami istri yang melakukan oral seks dalam ajaran Islam? Boleh tidak ya? Ini jawaban dari Nahdlatul Ulama.

Solopos.com, SOLO -- Sebagai suami istri, pernahkah kamu bertanya-tanya mengenai hukum oral seks dalam ajaran Islam?

Banyak pasangan suami istri yang menanyakan dan penasaran mengenai hukum tersebut.

Ada Kuliner Unik Bernama Memek dari Aceh, Intip Resepnya di Sini!

Ternyata oral seks masih menjadi perdebatan oleh kalangan ulama. Ada yang memperbolehkan ada pula yang melarangnya.

Ada sebagian ulama yang melarang melakukan oral seks karena ada cairan madzi yang bersifat najis dan dilarang masuk ke mulut seseorang.

Halo Ladies! Ini Hlo Kebiasaan Istri yang Bisa Bikin Suami Klepek-klepek

Namun, ulama yang memperbolehkan oral seks berdalih tidak melihat sudut pandang madzi yang bersifat najis. Mereka beranggapan ketika melakukan oral seks, suami bisa saja dalam kondisi kering.

Karena masih banyak yang memperdebatkanya, berdasarkan penelusuran Solopos.com di situs resmi milik Nahdlatul Ulama, islam.nu.or.id, ternyata hukum oral seks dalam Islam diperbolehkan.

Cara Mencukur Rambut Kemaluan Perempuan Anti Lecet, Biar Gak Jadi Sarang Bakteri

Disarankan Pakai Pengaman

Akan tetapi, pasangan suami istri tidak boleh mengabaikan hukum bahwa madzi atau cairan yang masuk ke mulut adalah hukumnya najis. Berbeda dengan oral seks, jika cairan yang bersifat pelumas ini masuk ke dalam vagina, hukum dalam Islam diampuni.

Untuk mencegah cairan madzi ikut masuk ke dalam mulut istri, suami bisa mengenakan kondom. Sebagaimana yang disarankan dalam situs resmi Nadhlatul Ulama tersebut.

Yuk Bikin Wedang Pejuh Khas Kudus Biar Badan Makin Segar

"Pasangan yang ingin melakukan hubungan oral seks bisa memakai kondom yang suci supaya yang masuk ke mulut adalah benda suci. Jika tidak memakai kondom, apabila ada najis yang masuk ke mulut, harus segera dikeluarkan kembali, tidak boleh ditelan. Setelah itu mulutnya harus disucikan secepatnya dengan mekanisme pembersihan najis sebagaimana pada umumnya, yaitu dengan berkumur dan lain sebagainya," demikian bunyi keterangan penulis, Ahmad Mundzir dalam situs resmi Nahdlatul Ulama.

Hukum Menelan Sperma Suami, Haram atau Halal?

Deretan Kota Penghasil Pria Ganteng di Indonesia, Solo Termasuk?

Kumpulan Hukum Islam



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago