top ear
Hukum Menjual Jatah Daging Kurban
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi kurban (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Hukum Menjual Jatah Daging Kurban

Hari Raya Iduladha menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Pada momen spesial ini, umat Islam yang mampu dan berkecukupan harta dianjurkan untuk berkurban. Tentang Islam kali ini membahas tentang hukum menjual jatah daging pribadi yang diperoleh dari panitia kurban atau sedekah orang kaya.
Diterbitkan Sabtu, 10/08/2019 - 23:00 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita,
1 mnt baca -

Solopos.com, SOLO – Hari Raya Iduladha menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Pada momen spesial ini, umat Islam yang mampu dan berkecukupan harta dianjurkan untuk berkurban. Daging hewan kurban yang disembelih itu bakal dibagikan kepada masyarakat, khususnya kaum fakir dan miskin.

Jika jatah daging kurban yang diterima berlebih, bolehkan daging kurban itu dijual kembali? Tahukah Anda bagaimana hukum menjual daging kurban jatah pribadi? 

Dilansir situs Nu.or.id, Sabtu (10/8/2019), Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam kitab Busyrol Karim Bisyarhi Ta’lim menjelaskan orang kategori fakir boleh mendayagunakan daging kurban seperti menjualnya kepada pihak lain.

Sementara orang kaya yang menerima daging kurban boleh mengonsumsinya, disedekahkan kembali, atau dimasak untuk menjamu tamu. Sebab, kedudukan tertinggi dari orang kaya sejajar dengan orang yang berkurban. Dalam konteks tersebut, orang kaya adalah mereka yang punya kelebihan rezeki atau yang mampu berkurban di Hari Iduladha.

Sedangkan si fakir tidak perlu bimbang menjual daging kurban yang sudah menjadi haknya kepada pihak lain dengan catatan dalam kondisi terdesak. Daging kurban itu boleh dijual dalam kondisi mentah atau matang. Jadi, daging kurban sejatinya tidak boleh dijual oleh siapapun, termasuk penerima kecuali mereka yang masuk kategori fakir. 


Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :


berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini