Hujan Meteor, Gerhana Matahari, hingga Super New Moon Sambut Desember

Sejumlah fenomena astronomis bakal terjadi di pekan pertama Desember 2021.
Hujan Meteor, Gerhana Matahari, hingga Super New Moon Sambut Desember
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bintang jatuh, hujan meteor. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO – Fenomena astronomis Super New Moon atau Bulan Baru Super dan Gerhana Matahari Total bakal terjadi di awal Desember ini. Selain itu, diprediksi juga terjadi puncak hujan meteor Phoenicid pada 6-7 Desember nanti.Berikut jadwal lengkap dan penjelasannya.

Konjungsi Tripel Venus-Saturnus-Jupiter (1-4 Desember)

Mengutip laman Edukasia Lapan, Kamis (2/1/2021), pekan pertama bulan ini akan dimulai dengan konjungsi tripel Venus-Saturnus-Jupiter. Ini disebut bakal terjadi 1-4 Desember dan bisa disaksikan sejak awal senja bahari dan berlangsung selama 2,5 jam. “25 Menit setelah terbenam Matahari, selama 2,5 jam dari arah Barat Daya,” tulis pada laman itu.

Baca Juga: 5 Tempat Ini Berjuluk Negeri Matahari Tengah Malam, Kok Bisa?

Okultasi Mars oleh Bulan (3 Desember)

Fenomena astronomis tersebut terjadi ketika Mars melintas di belakang Bulan sehingga tampak tertutupi oleh Bulan. Fenomena ini terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibanding dengan jarak Bulan ke Bumi.Fenomena ini tak bisa dilihat dari Indonesia.

Konjungsi Bulan-Mars (3 Desember)

Berbanding terbalik, warga di wilayah yang tak bisa melihat Okultasi Mars oleh Bulan dapat menyaksikan Okultasi Bulan-Mars. Fenomena ini bisa dilihat di timur sejam sebelum Matahari terbit dan berlangsung selama 35 menit.

Baca Juga: Pasangan Ini Unik, Punya Tanggal, Bulan, dan Tahun Kelahiran yang Sama

Gerhana Matahari Total di Antartika (4 Desember)

Wilayah Antartika yang terkena Umbra Bulan bakal mengalami Gerhana Matahari Total dengan durasi antara 90-116 detik. Lebar umbra Bulan di permukaan Bumi bervariasi antara 421-450 km.

Super New Moon (4 Desember)

Bulan Super Baru adalah fase Bulan Baru yang kejadiannya berdekatan dengan saat Perige Bulan. Bulan Baru kali ini terjadi pukul 14.43.03 WIB dengan jarak geosentrik 356.805 km dan lebar sudut 33,49 menit busur.

Baca Juga: 3 Inspirasi Fashion Moonbyul MAMAMOO yang Super Keren

Sedangkan Perige Bulan terjadi dua jam setelahnya, yakni pukul 16.57.44 WIB. Bulan Baru Super adalah fenomena tahunan yang sebelumnya terjadi pada 30 Agustus 2019 dan 17 Oktober 2020.

Puncak Hujan Meteor Phoenicid (6-7 Desember)

Phoenicid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di konstelasi Phoenix dekat bintang Alfa Eridani konstelasi Eridanus. Hujan meteor ini bersumber dari debu Komet 289P/Blanpain yang mengorbit Matahari selama 5,18 tahun.

Hujan meterior ini bisa disaksikan sejak awal senja bahari hingga pukul 02.15 waktu setempat dari arah Tenggara hingga Barat Daya. Di Indonesia, intensitas hujan meteor ini berkisar 51 meteor/jam (Sabang) hingga 74 meteor/jam (Pulau Rote).

 

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago