Hujan Deras Berjam-jam di Bantul, Pohon Roboh dan Tanggul Jebol

Belasan pohon di wilayah Bantul tumbang setelah diguyur hujan berjam-jam pada Rabu (19/1/2022).
SHARE
Hujan Deras Berjam-jam di Bantul, Pohon Roboh dan Tanggul Jebol
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bencana yang dipamerkan BPBD Jateng dalam pameran di PRPP Jateng, 18 Agustus 2017 silam. (Twitter-@bpbdjateng)

Solopos.com, BANTUL — Belasan pohon di wilayah Bantul tumbang setelah diguyur hujan berjam-jam pada Rabu (19/1/2022).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli Herwanta, pada Kamis (20/1/2022) melaporkan sejumlah kejadian bencana alam akibat dari hujan deras pada Rabu.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Ia mencatat sebanyak 11 pohon tumbang. Selain itu, hujan deras menyebabkan enam lokasi di Bantul mengalami banjir, satu pagar roboh, dan satu tanggul jebol. Seluruh peristiwa itu terjadi di sejumlah wilayah di Bantul.

Baca Juga : Tahun Baru 2022, Ribuan Rumah di Aceh Timur Terendam Banjir

“Kejadian tersebut tersebar di sembilan Kapanewon yang meliput 13 Kalurahan,” katanya.

Cuaca ekstrem ini berdampak pada berbagai fasilitas pribadi maupun umum. Selain beberapa rumah terdampak langsung, sarana umum seperti akses jalan juga terdampak akibat bencana tersebut.

“Dampak cuaca ekstrem secara rinci sebagai berikut, 11 rumah terdampak, empat akses jalan dan empat jaringan PLN serta satu jaringan telepon terdampak,” ujarnya.

Baca Juga : Hujan Es dan Puting Beliung Rusak Rumah Warga Sidomulyo Boyolali

BPBD Bantul juga mendata kerugian secara material. “Estimasi kerusakan yang diakibatkan cuaca ekstrem tersebut kurang lebih Rp2,9 juta,” ungkapnya.

BPBD bersama sukarelawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) bergerak cepat mengevakuasi korban terdampak bencana alam yang terjadi di beberapa titik. “Melakukan penanganan dan evakuasi pohon tumbang bersama warga, sukarelawan, dan petugas terkait,” jelasnya.

Agus menyampaikan BPBD dan sukarelawan masih akan memantau kondisi sungai yang berpotensi meluap. Selain itu, BPBD dan sukarelawan juga melakukan asesmen ke sejumlah lokasi terdampak.

Baca Juga : BRIN: Mitigasi Gempa Harus Mencakup 100 Tahun ke Depan

“Pantauan sungai dilakukan beberapa potensi yang ada dan masih berlanjut,” kata dia.

Mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Agus mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga pada potensi bencana di lingkungan sekitar. “Selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, FPRB, lembaga terkait, dan jejaring sukarelawan untuk meningkatkan kewaspadaan.”



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago