Hoaks Covid-19 Jadi Ancaman Global, Saring Dulu Sebelum Sebar!
Solopos.com|news

Hoaks Covid-19 Jadi Ancaman Global, Saring Dulu Sebelum Sebar!

Hoaks vaksin Covid-19 ditetapkan menjadi ancaman global untuk kesehatan masyarakat. Maka dari itu, saring dulu sebelum sebar informasi.

Solopos.com, SOLO -- Untuk menangkal hoaks tentang Covid-19 yang tersebar masif di masyarakat, pemerintah mengimbau untuk menyaring informasi terlebih dahulu sebelum disebar.

Hingga Selasa (6/4/2021) tercatat ada 154 informasi salah yang beredar di masyarakat terkait vaksin Covid-19.

Adapun sejumlah hoaks yang beredar mulai dari penularan Covid-19, obat Covid-19, serta chip yang ada di dalam vaksin Covid-19 juga sempat meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Suku Samin, Masyarakat Pedalaman Adat Blora Pemegang Teguh Tradisi

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati mengatakan pihaknya menyadari kesehatan merupakan isu yang spesifik dan membutuhkan keahlian khusus untuk mengidentifikasi informasi yang beredar di masyarakat.

"Maka dari itu, kami selalu mengimbau masyarakat untuk melakukan saring sebelum sebar [3S]," terang dia dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Gubernur Ajak Seniman Gaek Magelang Bahas Kawasan Wisata Borobudur

"Hoaks belakangan memang banyak terkait dengan kejadian ikutan pasca imunisasi [KIPI], atau yang terkait dengan vaksinasi Covid-19. Hoaks itu nantinya akan kita telusuri dan olah bersama. Karena isu kesehatan perlu ahli untuk klarifikasi. Apabila informasi tersebut salah maka kami luruskan dengan mengadakan konferensi pers dan menyebarkannya di kanal-kanal kami," tambah dia.

Hoaks Covid-19 Ancaman Global

Rizky Ika Syafitri, Communication for Development Specialist UNICEF, menyampaikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri telah menempatkan hoaks atau misinformasi sebagai salah satu ancaman global untuk kesehatan masyarakat.

“Kalau dilihat secara umum, hoaks vaksinasi sebenarnya berulang. Misalnya tentang KIPI, di tahun 2017-2018 saat Kemenkes melakukan kampanye besar vaksinasi campak rubella, dengan target vaksinasi kepada 77 juta anak Indonesia. Salah satu kenapa cakupannya tidak mencapai 95% karena hoaks yang beredar," ungkap Rizky.

Baca Juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja Dimulai Hari Ini, Yuk Ikuti Keseruannya…

Rizky mengatakan masyarakat perlu dibekali dengan kemampuan literasi digital, untuk memahami bahwa tidak semua informasi yang bersumber dari internet itu benar.

Strategi lain yang menurut Rizky Ika Safitri perlu dilakukan dalam mencegah penyebaran hoaks terkait pandemi dan vaksinasi Covid-19 ini adalah, masyarakat perlu diberi tahu dan dipersiapkan terlebih dahulu mengenai informasi bahwa ada pihak-pihak yang tidak ingin bangsa ini keluar dari pandemi. “Sehingga saat masyarakat menerima hoaks mereka sudah tahu jenisjenis dan tidak terpengaruh dengan hoaks tersebut,” ungkap Rizky Ika Safitri.

Baca Juga:  Boleh Enggak Sih Berenang Saat Puasa?



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago