Hitung-Hitungan Biaya Lebih Irit Kompor Listrik atau Gas

Jika memakai biaya sendiri, lebih irit kompor listrik atau gas ya?
SHARE
Hitung-Hitungan Biaya Lebih Irit Kompor Listrik atau Gas
SOLOPOS.COM - Ilustrasi memasak pakai kompor listrik. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO-Jika tak ikut program konversi dari pemerintah alias membeli secara mandiri, muncul pertanyaan mana yang lebih irit biaya kompor listrik atau gas? Simak ulasannya di tips memasak kali ini.

Memilih perabotan di rumah adalah selalu menjadi hal yang menyenangkan. Kita akan selalu tertarik dengan perabotan baru yang bermanfaat, sekaligus ramah di kantong. Salah satu yang dapat menjadi pertimbangan kita memilih perabotan rumah tangga adalah kompor.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Tak sedikit orang memilih kompor listrik lantaran lebih aman dan tidak perlu melepas pasang tabung gas. Namun ada juga yang dihantui kekhawatiran jika membeli kompor listrik sendiri dan tidak ikut program konversi dari PLN, bisa-bisa pengeluaran membengkak.

Sebelum mengetahui hitung-hitungan biaya mana yang lebih irit kompor listrik atau gas simak terlebih dulu keunggulan masing-masing berikut ini seperti dikutip dari benefits.bankmandiri.co.id pada Jumat (23/9/2022):

Kelebihan Kompor Gas

Baik kompor listrik maupun kompor gas memiliki kelebihan masing-masing. Kali ini akan membahas kelebihan kompor gas terlebih dahulu. Yuk, simak ulasannya sebagai berikut:

Baca Juga: Perlu Tahu, Ini Perbandingan Kompor Induksi dengan Kompor Gas

1. Tagihan Listrik Lebih Hemat

Gas alam hampir selalu lebih murah daripada listrik. Apabila kita memutuskan untuk menggunakan peralatan gas, maka kita lebih hemat dalam membayar tagihan listrik. Dikutip dari consummeraffairs.com, bahkan menggunakan peralatan gas bisa menghemat hingga 30% tagihan listrik.

2. Biaya Utilitas

Kita dapat menghemat tagihan listrik, tapi ada uang lebih yang harus dibayar pada pos anggaran lain. Seperti untuk biaya utilitas. Misalnya untuk alat pada kompor gas atau jalur pipa gas yang dipasang. Alat tersebut tentu perlu mendapat perawatan khusus dari teknisi secara reguler.

Baca Juga: Perlu Tahu, Ini Perbandingan Kompor Induksi dengan Kompor Gas

Meski begitu, mengubah pemakaian dari gas menjadi listrik akan mahal. Kita mungkin harus mengeluarkan uang untuk memasang saluran listrik dan menutup saluran gas. Jadi, konversi yang dilakukan dari satu sistem ke sistem lain itu mahal. Peralatan gas lebih mahal di awal, tetapi seiring waktu, gas akan menghemat uang untuk tagihan listrik Anda.

3. Kompor Gas Mudah Digunakan

Kelebihan kompor gas adalah lebih cepat panas. Selain itu, juru masak dapat mengontrol tingkat panas lebih cepat. Penggunaan kompor gas juga jauh lebih mudah, hanya dengan memutar api ke atas atau ke bawah. Sementara dengan kompor listrik harus lebih dahulu menahan panas lebih lama.

Kelebihan Kompor Listrik

Setelah membahas kompor gas di atas, selanjutnya kita akan bahas kelebihan dari kompor listrik sebagai berikut:

1. Kompor Listrik Lebih Efisien

Kompor listrik dinilai lebih efisien ketimbang kompor gas. Dalam hitungan penggunaan bahan bakar, kompor listrik mencapai 100%. Sedangkan untuk kompor gas hanya berkisar antara 55% hingga 97%.

Baca Juga: Pemerintah akan Bagikan 300.000 Paket Kompor Listrik Seharga Rp1,8 Juta

Memang dalam pengoperasiannya, kompor listrik lebih hemat energi. Sementara kompor gas lebih murah dalam operasionalnya. Disebut efisien, hitungannya begini kira-kira perhitungannya: 74 persen dari energi dari kompor listrik ditransfer ke makanan, sedangkan energi dari kompor gas hanya 60 persen yang menghasilkan gas.

2. Lebih Murah dalam Penggunaan Jangka Panjang

Dari paparan di atas, mana lebih hemat pemakaian kompor listrik atau gas? Berkut perhitungan yang bisa menjadi pertimbangan untuk penggunaan kompor listrik atau gas.

Berikut rincian biaya penggunaan kompor gas:

Satu tabung gas elpiji Bright Gas 12 kilogram (kg) Rp141.000 per tabung. Pemakaian satu tabung gas 12 kg diasumsikan selama 60 jam, maka Rp141.00 dibagi selama 60 jam. Sehingga rata-rata penggunaan per jam Rp2.350.

Berikut rincian penggunaan kompor listrik jika Anda tidak ikut program konversi kompor induksi PLN:

Dengan klasifikasi rumah tangga menengah berdaya 3.500-5.500 VA, maka dikenakan biaya pemakaian sebesar Rp1.467,28/kWh. Kemudian diasumsikan kompor listrik membutuhkan 1.000 Watt/jam.

Baca Juga: PLN Sebut Konversi Kompor Induksi Penyelamat dari Pembengkakan Subsidi Energi

Artinya penggunaan kompor selama satu jam adalah 1.000 Watt/jam. Untuk diketahui, 1.000 Watt= 1 Kwh. Maka, biaya yang dikeluarkan 1 Kwh x Rp1.467,28 per jam.

Dari perbandingan antara penggunaan kompor gas dan kompor listrik, ada selisih sebesar Rp883 per jam. Ini artinya, harga kompor listrik lebih murah ketimbang kompor gas.

Mendukung Penggunaan Hemat Energi

Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa, gas merupakan energi yang tidak dapat diperbarui dan dapat habis di masa depan. Sedangkan listrik adalah energi yang dapat diproduksi secara terus menerus melalui tenaga air, tenaga angin, dan sumber tenaga lainnya. Oleh karena itu, jika kamu menggunakan kompor listrik, kamu ikut dalam aksi menghemat bahan bakar fosil.

Nah, itulah perbandingan antara penggunaan kompor listrik dan kompor gas. Dari segi pemakaian, memang penggunaan kompor listrik lebih murah ketimbangan kompor gas. Namun, yang perlu mendapatkan perhatian juga adalah pembelian kompor listrik terbilang lebih mahal dibandingkan kompor gas.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode