top ear
Kegiatan kerja bakti menebang pohon di tanggul Sungai Situri, Grogol, Weru, Sukoharjo, Kamis (22/7/2020). (Solopos-Indah Septiyaning W.)
  • SOLOPOS.COM
    Kegiatan kerja bakti menebang pohon di tanggul Sungai Situri, Grogol, Weru, Sukoharjo, Kamis (22/7/2020). (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Hiii...Banyak Ular Keluar Saat Pohon-Pohon di Tanggul Sungai Situri Sukoharjo Ditebang

Proses penebangan pohon di tanggul Sungai Situri melibatkan puluhan warga, petani, Babinkamtibmas, dan mahasiswa.
Diterbitkan Kamis, 23/07/2020 - 10:59 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 500 pohon di kawasan tanggul Sungai Situri ditebang, Kamis (22/7/2020), menyusul akan dilaksanakannya program normalisasi sungai itu oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Kepala Desa (Kades) Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo Heri Putut mengatakan proses penebangan pohon di tanggul Sungai Situri melibatkan puluhan warga, petani, Babinkamtibmas, dan mahasiswa.

Menggunakan gergaji mesin, satu per satu pohon di kawasan tanggul Sungai Situri ditebang. Saat penebangan pohon banyak ditemukan ular hingga membuat kaget warga setempat. Namun sebelum ditangkap, ular-ular tersebut berhasil lolos masuk ke sungai.

Inginkan Perubahan, Paguyuban Mantan Kades Merapat Ke Joswi Di Pilkada Sukoharjo 2020

Ditargetkan kerja bakti pembersihan kawasan tanggul sungai itu rampung pada Minggu (26/7/2020). Selanjutnya BBWSBS akan melaksanakan normalisasi Sungai Situri yang diagendakan mulai berjalan pada pekan depan.

Heri Putut menjelaskan normalisasi Sungai Situri akan dikerjakan sepanjang dua kilometer dengan sasaran perbaikan tanggul, serta pengerukan sedimentasi sungai.

"Tanggul akan dinormalisasi dari kondisi sekarang lebar dua meter menjadi empat meter dan tinggi tiga meter. Kemudian dilakukan pengerukan sungai yang memang kondisi sedimentasinya sangat tinggi," katanya saat berbincang dengan Solopos.com di sela kerja bakti.

12.000 Warga Sukoharjo Terciduk Tak Pakai Masker, Ada Sanksi?

Dia berharap normalisasi Sungai Situri mampu mengatasi persoalan banjir tahunan yang melanda wilayah Desa Grogol di setiap musim penghujan.

Karung Berisi Pasir atau Tanah

Banjir terjadi karena tanggul sungai jebol dan selama ini penanganannya hanya dilakukan dengan pemasangan sandbag atau karung berisi pasir atau tanah.

"Pemasangan sandbag itu sifatnya penanganan sementara atau darurat saja. Dan selama ini yang bisa kita lakukan hanya itu," katanya.

1.456 Tangki Air Bersih Disalurkan Saat Kekeringan Di Sukoharjo 2019, Bagaimana Tahun Ini?

Petugas pengawas sungai dari BBWSBS, Alfian Utama, sebelumnya mengatakan kondisi tanggul Sungai Situri sangat kritis dan rawan jebol. Pihaknya bahkan menemukan rekahan tanah dan longsoran di beberapa lokasi di sepanjang tanggul sungai itu.

Hal itu berdasar pemantauan di kawasan tanggul. Namun, telah dilakukan upaya perbaikan sementara dengan memasang sandbag dan menutup rekahan menggunakan pecahan bebatuan guna mengantisipasi longsoran tanggul.

Curhat Rudy Kecewa Rekomendasi PDIP Di Pilkada Solo Jatuh Ke Gibran-Teguh

 


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini