Hendak Ditangkap Polisi, Suami Bunuh Istri di Tegal Pilih Bunuh Diri

Tak mau ditangkap polisi setelah bunuh istri, suami di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), memilih menghabisi nyawanya sendiri atau bunuh diri.
SHARE
Hendak Ditangkap Polisi, Suami Bunuh Istri di Tegal Pilih Bunuh Diri
SOLOPOS.COM - Ilustrasi pembunuhan. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, TEGAL — Pelarian tersangka kasus pembunuhan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), berakhir tragis. Pelaku yang menjadi buron karena kasus suami bunuh istri di Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, memilih mengakhiri nyawanya sendiri atau bunuh diri saat hendak ditangkap polisi.

Pelaku yakni Slamet, 35, menjadi buron setelah membunuh istrinya, Masrukha, 33, dengan menggunakan senjata tajam, Minggu (21/11/2021). Ironisnya, perbuatan itu dilakukan pelaku di depan anaknya yang masih berusia empat tahun. Seusai membunuh istrinya, pelaku melarikan diri hingga diketahui keberadaannya oleh polisi, Jumat (26/11/2021).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa’at, ?mengatakan pelaku kabur ke arah aliran Sungai Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, setelah menusuk istrinya hingga tewas. “Kemudian tanggal 22 November 2021, kita mendapati informasi pelaku masuk ke hutan, sehingga tim yang dipimpin Kasatreskrim melakukan pencarian di hutan wilayah Karangmalang, Wotgalih, dan Warureja,” ujar Arie, dikutip Suara.com.

Baca juga: Suami Bunuh Istri di Tegal Ternyata Sedang Proses Cerai

Arie mengatakan, upaya pengejaran pelaku di dalam hutan terkendala kondisi medan yang sulit. Selain menyisir area hutan, pencarian juga dilakukan dengan menggunakan drone. “Sedangkan pelaku itu sudah memahami karakteristik medan karena pernah bekerja sebagai pencari burung di hutan,” katanya.

Setelah melakukan pencarian selama lima hari dalam hutan, polisi kemudian mendapat informasi jika pelaku sudah keluar dari hutan dan mendatangi seorang temannya di Desa Balamoa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal untuk meminjam sepeda. Teman pelaku bernama Dayat itu tak mengetahui jika pelaku adalah buron sehingga mau meminjamkan sepedanya untuk dibawa pelaku ke Desa Lebaksiu, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

“Dari informasi itu, diketahui jika pelaku berniat mendatangi mantan bosnya saat masih berjualan cilok di Desa Lebaksiu yang bernama Ijong. Mantan bosnya ini kooperatif dan ?memberitahukan kepada kami ketika pelaku berada di rumahnya,” ujar Arie.

Penangkapan

Setelah dipastikan keberadaan pelaku, pada Jumat dini hari, tim Satreskrim mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penangkapan. Namun pelaku yang mengetahui kedatangan polisi langsung lari ke kamar mandi. Saat didatangi polisi di kamar mandi, pelaku sudah bersimbah darah. Pelaku diduga sengaja menghabisi nyawanya sendiri, atau bunuh diri karena takut ditangkap.

Baca juga: Aniaya Istri Hingga Meninggal, Pria di Tegal Kabur

“Pada saat akan dilakukan penangkapan, pelaku mencoba bunuh diri di dalam kamar mandi atau WC menggunakan pisau yang juga digunakan untuk membunuh korban,” ujar ? Arie.

Menurut Arie, pelaku sempat dibawa ke RSUD dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal, untuk mendapat pertolongan medis. Namun pelaku akhirnya meninggal Jumat pagi.

Perhatian:

Mengakhiri hidup tak akan menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Jangan biarkan keinginan itu muncul. Segera kunjungi dokter atau psikiater guna mengetahui cara terbaik untuk terbebas dari jerat keinginan bunuh diri dan depresi.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Berikut lima rumah sakit juga disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago