Heboh Pagar Tol Semarang-Solo Dijebol untuk Konten Video Truk Oleng

 Pagar yang jebol itu diketahui seusai inspeksi menanggapi sebuah rekaman video yang viral di media sosial.
Heboh Pagar Tol Semarang-Solo Dijebol untuk Konten Video Truk Oleng
SOLOPOS.COM - Sekelompok anak-anak bermain di tengah tol Semarang-Solo, Km 480, Boyolali. (Tangkapan layar akun IG boyolali_info) Baca artikel detiknews, "Bahaya! Sekelompok Anak Viral Terobos Pagar-Bermain di Tengah Tol Boyolali" selengkapnya https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5758480/bahaya-sekelompok-anak-viral-terobos-pagar-bermain-di-tengah-tol-boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI–Pengelola ruas tol Semarang-Solo, Trans Marga Jateng (TMJ) bakal memperbaiki pagar yang jebol di ruas jalan tol kilometer 480, Boyolali. Pagar kawat berduri akan diperbaiki ditambah pemasangan panel beton untuk menghindari warga melintas di bagian dalam tol.

Pagar yang jebol itu diketahui seusai inspeksi menanggapi sebuah rekaman video yang viral di media sosial. Video itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @boyolali_info pada 7 Oktober 2021. Dalam video berdurasi pendek itu terlihat ada empat bocah berdiri di median jalan tol.

Salah satu dari mereka terlihat menyeberang ke tepi tol. Sedangkan, tiga lainnya bertahan di tengah-tengah badan tol sembari sesekali melintas kendaraan pribadi dengan kecepatan tinggi. Seorang warganet menyebutkan bocah-bocah itu sedang membikin konten video truk oleng.

Baca Juga: Ada Spot Selfie Baru, Bukit Sidoguro Klaten Bakal Dilengkapi Rusa

“Info min, di tol Boyolali-Semarang km 480 ada anak” yang menyeberang di tengah tol hanya untuk merekam truck oleng,” demikian bunyi narasi dalam unggahan itu. Dalam unggahan itu disebut lokasi ruas tol ada di Desa Mudal, Kecamatan Boyolali.

Menanggapi hal itu, Manajer Operation and Maintenance TMJ, Fatahillah, menyayangkan aksi bocah-bocah itu bermain di ruas tol. Ia meminta maaf kepada masyarakat lantaran kecolongan ada pagar tol yang rusak.

Melalui celah inilah bocah-bocah itu bisa leluasa masuk ke tol. Pagar itu terlihat dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: 50 Penyandang Disabilitas di Wonogiri Terima Bantuan Rp92,7 Juta

Pagar rusak itu akan segera diperbaiki. Ia akan mengembalikan pagar berduri seperti kondisi awal. Sebagai perlindungan tambahan, ia akan memasang panel beton sepanjang 21 meter dari penyangga over pass ke arah pagar yang rusak. Dengan cara itu diharapkan aksi serupa tidak terulang lagi.

“Baru pertama kali ini. Memang beberapa laporan yang nongkrong-nongkrong di sini ada. Selama ini tidak mengganggu. Tidak sampai masuk ke jalur tol. Makanya sangat kami sayangkan sekali kejadian kemarin itu,” kata Fatahillah, saat ditemui wartawan di ruas tol Semarang-Solo Km. 480, Desa Mudal, Kecamatan Boyolali, Jumat (8/10/2021).

Sebagai upaya preventif, manajemen TMJ secara reguler menggelar patroli pengamanan di ruas tol. Patroli melibatkan dua kendaraan rescue, 3 ambulans, dan dibantu tim PJR Polda Jateng. Pengamanan jalur juga dilakukan putaran per 30 menit melintasi di titik yang sama sepanjang tol.

Baca Juga: Pembangunan Berbasis Data, 32 RT di Boyolali Raih Penghargaan

 

Membahayakan

Selain itu, untuk koordinasi dengan wilayah masing-masing ruas tol, TMJ juga memasang closed circuit television (CCTV) di ruas tol sepanjang 72,6 kilometer dengan jarak per 500 meter. Saat ini baru terpasang 36 CCTV di lokasi-lokasi tertentu yang dinilai rawan. Hingga akhir tahun ini, jumlah CCTV yang dipasang akan ditambah 18 unit dan pada Januari 2022 bertambah lagi 18 unit.

Kasatlantas Polres Boyolali AKP Yuli Anggraeni, mengatakan timnya menindaklanjuti video yang beredar di media sosial terkait sekelompok anak yang melintas di tol demi membuat konten video. Aksi ini dinilai membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan tol lainnya.

“Setelah kami cek lokasi, ada pagar yang rusak yang bisa digunakan untuk anak-anak ini melakukan aksinya. Dia masuk ke dalam tol karena pagarnya jebol atau rusak. Kami imbau masyarakat yang tinggal di seputaran jalur tol, agar tidak melakukan aksi yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna tol lainnya,” kata Yuli.

Baca Juga: Pertahankan Status Bebas Rabies, DPKPP Klaten Vaksin Hewan Peliharaan

Saat ini ia masih menyelidiki dan mencari keberadaan empat anak yang terlihat dalam video itu. Anak-anak itu akan diberi pembinaan serta edukasi agar aksi serupa tidak terulang kembali.

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago