top ear
Foto viral klepon tidak Islami. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Foto viral klepon tidak Islami. (Istimewa)

Heboh, Beredar Poster Klepon Tidak Islami

Banyak yang bertanya apa alasan klepon diklaim bukan jajanan atau makanan Islami, dan kenapa harus kue beras tersebut?
Diterbitkan Selasa, 21/07/2020 - 19:11 WIB
oleh Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Kue tradisional Klepon mendadak populer di media sosial lantaran meme yang sedang viral Selasa (21/7/2020) pagi WIB. Kata "Klepon" memuncaki trending topic di Twitter selama hampir seharian gara-gara unggahan bertajuk Klepon Tidak Islami.

Viral! Sepasang Remaja Ini Nekat Bermesraan di Depan Rutan Solo

Viralnya Klepon bermula dari gambar "Kelepon tidak Islami" yang diunggah sejumlah akun Twitter seperti @memefess. Dalam gambar yang tersebar di sosial media tertulis, "Kue klepon tidak islami. Yuk, tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami."

Di meme tersebut terdapat tulisan Abu Ikhwan Azis seolah-olah sebagai pihak yang membuat gambar tersebut. Meski begitu, masih belum jelas siapa pengunggah pertama dan pembuat meme tersebut.

Terkait unggahan ini, banyak netizen yang mempertanyakan. Banyak yang bertanya apa alasan klepon diklaim bukan jajanan atau makanan Islami, dan kenapa harus kue beras tersebut?

Sragen Tambah 3 Kasus Positif Covid-19, 2 Nakes & 1 Pedagang di Pasar Gemolong

Komentar Netizen

"Kenapa klepon doang? Kenapa nggak semua kue? Kue tart? Brownies? Nogosari? Iwel-iwel? Mendut? Lemper? Apakah kau yakin mereka Islami? Bungkusnya doang daun pisang, ternyata dalemnya isi kue. Ini kan penipuan, tidak Islami sekali," cuit akun @HabibiFuad.

"Padahal sensasi ketika gula merahnya pecah di mulut dan membuncah itu, sungguh nikmat tiada tara... Oh mungkin terlalu vulgar ya," komentar pemilik akun @jastairvine.

Ada juga yang membandingkannya dengan kuliner khas Indonesia lain yang namanya terkesan vulgar, seperti Memek yang merupakan makanan khas Aceh. Bahkan ada yang membandingkan dengan Indomie Rasa Saksang Babi yang sudah terbukti hoax.

1 Warga Positif Covid-19, Jalanan Desa Ketro Tanon Sragen Auto-Sepi, Penduduk Tak Berani Nongkrong

Di sisi lain, ada juga yang menuliskan bahwa unggahan kue klepon tidak Islami itu hanya ulah orang iseng karena tidak ada nama akun ‘Abu Ikhwan Azis’ di media sosial.

"@memefessDi FB, IG, Twitter sih nama Abu Ikhwan Azis saya cari tidak ada. Mungkin benar kata post ini, hati-hati ini bercanda, tapi diseriusi yang malah bikin perpecahan," tulis pemilik akun @i_bagoes.


Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini