[x] close
Heboh Babi Ngepet, Ini Penjelasan Ilmiah Banyak Orang Percaya Hal Gaib
Solopos.com|lifestyle

Heboh Babi Ngepet, Ini Penjelasan Ilmiah Banyak Orang Percaya Hal Gaib

Zaman sudah modern, namun masih banyak orang percaya hal gaib.

Solopos.com, JAKARTA--Zaman sudah modern, namun nyatanya masih banyak orang percaya hal ghaib. Peristiwa penangkapan babi ngepet di Kota Depok salah satu contohnya.

Peristiwa ini membuktikan masih banyak orang percaya hal gaib. Mengapa bisa terjadi demikian? Ternyata ada penjelasan ilmiahnya.

Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini. Babi ngepet selama ini dipercayai banyak orang sebagai hal gaib untuk mendatangkan pesugihan. Demikian pula yang terjadi di Kota Depok, bermula setelah warga di Kota Depok menangkap seekor babi, yang diyakini sebagai babi ngepet.

Kemudian ditambah pengakuan seorang wanita bernama Wati yang mengaku mengetahui siapa sosok di balik babi ngepet tersebut. Ia menuding orang yang menjadi babi ngepet ini adalah tetangganya yang menurutnya menganggur, tapi punya banyak uang.

Baca Juga: Makanan Ini Perkuat Imunitas Usia 40 Tahun ke Atas

“Dari kemarin saya sudah pantau, Pak, orang ini. Ini dia berumah tangga dia nganggur tapi uangnya banyak,” ucap Wati dalam potongan video yang viral.

Padahal Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menegaskan tidak ada makhluk yang bernama babi ngepet atau manusia yang menjelma menjadi babi.

“Secara wujud sih babi, babi kecil, babi pradewasa. Babi hutan, itu bukan jenis yang diternakkan,” kata Taufik Purna Nugraha, peneliti bidang zoologi dari LIPI.

Percaya hal gaib seperti babi ngepet dipercaya sudah berkembang pada zaman penjajahan Belanda. Mengutip laman suara.com, salah satu dari ahli yang mengkaji sejarah fenomena ini, yakni Christopher Reinhart mengemukakan bahwa mitos ini dipercaya oleh pada petani pada era tanam paksa (1830) yang menaruh curiga pada orang lokal yang kaya secara tiba-tiba karena praktik tengkulak dan pinjaman uang.

Mereka menuding para orang kaya tersebut melakukan hal gaib dengan mengubah diri menjadi seekor babi ngepet yang mencuri uang warga. Tudingan itu dilontarkan dalam rangka menurunkan citra orang kaya yang dianggap memeras rakyat dengan menjadi tengkulak.

Berkat mitos yang berkembang dari kecurigaan tersebut, cerita mengenai babi ngepet menjadi populer di tahun-tahun setelahnya. Masyarakat mulai tertarik untuk mempelajari ilmu gaib babi ngepet untuk memperkaya diri dengan instan.

Baca Juga: Vitamin C Mudah Rusak, Perhatikan Cara Pengolahan yang Benar

Maka, timbul berbagai cerita cara mempelajari menjadi babi ngepet seperti dengan menggunakan lilin, kain hitam, dan sebagainya.

Mengapa masih banyak orang yang percaya hal gaib?

Menurut profesor psikologi di Missouri Western State University, Brian Cronk, alasan orang percaya hal gaib adalah karena timbulnya rasa penasaran yang tinggi terhadap suatu kejadian yang tidak biasa.

“Otak manusia selalu mencoba untuk menentukan mengapa sesuatu dapat terjadi dan ketika alasannya tidak jelas, kita cenderung membuat beberapa penjelasan yang cukup aneh,” ucap Cronk, dikutip dari Live Science dan detikcom, Kamis (29/4/2021).

Sementara psikolog dari University of Texas, Jennifer Whitson, mengatakan bahwa kepercayaan terhadap hal gaib diyakini hanya menjadi tameng dalam mencari jawaban, misalnya, saat terjadi kematian, kehilangan pekerjaan, bencana alam, dan sebagainya.

“Ini adalah keadaan yang tidak menyenangkan. Saat kita tidak bisa mengendalikan situasi, kita akan mengaitkannya dengan hal-hal di sekitar kita,” kata Whitson, dikutip dari BBC.

Apakah ada penjelasan ilmiahnya?

Menurut Adam Waytz dari Northwestern University di Illinois, ada cara lain untuk kita bisa memahami mengapa masih banyak orang yang percaya tentang hal gaib, yakni dengan anthropomorphism.

Anthropomorphism merupakan pandangan yang menghubungkan ciri fisik atau karakter manusia dengan objek yang bukan manusia, baik hidup maupun mati. Misalnya, ada bayangan gelap di sudut pintu seperti hantu, padahal hanya gorden.

“Manusia menciptakan kepercayaan terhadap hantu, karena manusia tidak percaya bahwa alam semesta itu tanpa tujuan,” ujar Waytz.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago