[ X ] CLOSE

Heboh 2 Hajatan di Sukodono Sragen Dibubarkan, Begini Penjelasan Polisi

Video terkait pembubaran hajatan di Sukodono Sragen itu viral di media sosial Facebook, Rabu.
Heboh 2 Hajatan di Sukodono Sragen Dibubarkan, Begini Penjelasan Polisi
SOLOPOS.COM - Tangkapan layar postingan Agus Zaki tentang hajatan di Sukodono Sragen yang dibubarkan polisi, Rabu (30/9/2020). (Istimewa-Facebook)

Solopos.com, SRAGEN -- Polisi membubarkan dua kegiatan hajatan yakni di Dukuh Karanggeneng dan Dukuh Donomulyo, Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Sragen, karena belum mengantongi izin keramaian.

Kasubag Humas Polres Sragen, Iptu Suwarso, Rabu (30/9/2020), mengatakan dua kegiatan hajatan di Sukodono itu dibubarkan karena belum mengantongi izin keramaian dari polsek setempat.

Berkenaan dengan penanggulangan potensi penularan Covid-19, polisi memang tidak mengizinkan warga menggelar pesta hajatan.

Dia menyebut operasi yustisi Covid-19 itu dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polsek Sukodono dan Koramil Sukodono. Lima personel polisi, empat personel TNI dan seorang petugas Trantib dari Kecamatan Sukodono diterjunkan dalam operasi yustisi Covid-19 tersebut.

Muncul Klaster Baru Persebaran Covid-19 di Karanganyar, Apa Itu?

Hasil operasi yustisi tersebut didapati 2% pengunjung hajatan tidak memakai masker, tidak mematuhi sosial distancing, serta tidak ada izin keramaian.

Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Pada kesempatan itu, polisi dan TNI juga menyosialisasikan Perbup No. 54/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona.

"Tindakan [polisi dan TNI memberikan] teguran lisan dan membubarkan dua lokasi kegiatan [hajatan] tersebut," terang Kasubag Humas.

Denda Rp20.000 Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Karanganyar Berlaku Mulai Besok

Diberitakan, video terkait pembubaran hajatan di Sukodono Sragen itu viral di media sosial Facebook, Rabu. Video berdurasi 12 detik itu diunggah akun Agus Zaki pada Rabu sekitar pukul 12.15 WIB.

Video itu menggambarkan situasi bagian depan rumah yang dipakai untuk hajatan. Video itu diambil oleh seorang wanita.

Wanita itu mengatakan polisi datang tepat saat pasangan pengantin berjalan memasuki rumah atau sebelum duduk di kursi pelaminan.

Api Lalap Gudang Kayu di Cemani Sukoharjo, Begini Penampakannya

Bubarke [dibubarkan] Polsek lur, daerah Geneng, Sukodono. Nganten wayah mlebu, Kapolsek teko, wes bar bar [Saat pengantin masuk, Kapolsek datang, bubar sudah],” ujar wanita yang mengambil video tersebut.

Video itu diunggah Aguz Zaki dengan caption, "Nyuwun kawigatosanipun [minta perhatiannya] bapak-bapak anggota DPRD Kabupaten Sragen. Rakyatmu.., menangis nyuwun [minta] persamaan hak".

Saat Pasangan Pengantin Baru Datang

Meski baru dua jam diposting, video itu sudah tayang lebih dari 400 kali dan dikomentari puluhan netizen. Agus Zaki menyayangkan cara polisi yang membubarkan acara hajatan saat pasangan pengantin baru datang.

"Mbubarke gak nggo tepo [Membubarkan tanpa menghargai]. Minimal setelah ritual manten [pengantin] selesai,” tulis Agus Zaki di kolom komentar.

Wes angel-angel,” tulis akun Kenthunk Thunk.

Sra9en keras lur,” tulis akun Dafin Rakeri.

Nahas, Tukang Servis Pompa Air Meninggal Akibat Tersetrum di Sukoharjo

 



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago