Hasil Survei: Pandemi Ciptakan Risiko Kesehatan yang Lebih Kompleks

Survei yang dilakukan oleh Willis Towers Watson pada  2021 menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah menciptakan risiko kesehatan lebih kompleks.
SHARE
Hasil Survei: Pandemi Ciptakan Risiko Kesehatan yang Lebih Kompleks
SOLOPOS.COM - Ilustrasi WFH selama pandemi. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Survei yang dilakukan oleh Willis Towers Watson pada  2021 menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah menciptakan risiko kesehatan lebih kompleks. Risiko itu antara lain risiko gangguan akibat posisi bekerja yang tidak ideal di rumah, pengobatan penyakit kronis yang tertunda, serta ditambah dengan terus meningkatnya biaya kesehatan.

Survei tentang pandemi ciptakan risiko kesehatan lebih kompleks itu, dikutip dari keterangan Zurich, Jumat (28/1/2022), menunjukkan bahwa pada tingkat global, risiko gangguan gangguan kesehatan otot dan tulang (musculoskeletal) akibat lingkungan kerja yang tidak ergonomis di rumah merupakan kondisi kesehatan dengan angka kejadian tertinggi.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Laporan yang sama juga menempatkan kanker sebagai kondisi kesehatan dengan biaya tertinggi, baik di Asia Pasifik maupun global. Namun, pandemi telah memaksa banyak orang untuk mengesampingkan risiko penyakit ini dan penyakit kronis lainnya.

Baca Juga: Kantor Pusat Kemensos Lockdown, Puluhan Pegawai Positif Covid-19

Perusahaan asuransi jiwa Indonesia PT Zurich Topas Life (Zurich) mengatakan, penting bagi perusahaan asuransi jiwa untuk merancang produk asuransi kesehatan yang sangat lengkap dengan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nasabah.

“Situasi ini mendorong perusahaan asuransi untuk menyediakan proteksi yang lebih komprehensif dan optimal. Kami pun makin terdorong dengan masyarakat Indonesia yang juga makin sadar akan pentingnya asuransi kesehatan, dan bahwa asuransi yang memberikan perlindungan komprehensif adalah jawaban atas makin kompleksnya risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat,” kata Chief Agency Officer Zurich Topas Life, Banie Zulvansyah, seperti dikutip dari Antara pada Jumat (28/1/2022).

Baca Juga: Ngeri, Kasus Kekerasan Anak di Sukoharjo Naik 300 Persen Selama Pandemi

“Kami menyadari bahwa proteksi yang dimiliki banyak orang saat ini seringkali tidak mencakup apa yang mereka butuhkan dan biaya perawatan medis terus meningkat setiap tahunnya. Kami sangat memahami hal ini dan telah menghadirkan Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) sebagai produk yang memberikan tingkat perlindungan optimal, highly customizable, dan value for money untuk perlindungan yang tepat guna sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Survei Willis Towers Watson memprediksikan bahwa biaya kesehatan di Indonesia akan meningkat menjadi 7,4 persen di tahun 2022, dibandingkan pada tahun 2021 dengan 7 persen dan 6,2 persen di tahun 2020.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago