top ear
Hasil Penelitian: 2.040 Aplikasi di Google Play Store Berbahaya
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi logo Google Play Store (Youtube)

Hasil Penelitian: 2.040 Aplikasi di Google Play Store Berbahaya

Suatu hasil penelitian yang dilakukan selama dua tahun terakhir menemukan sekitar 2.040 aplikasi digital di Google Play Store berbahaya. Beberapa aplikasi smartphone tersebut dilengkapi surat izin yang mencurigakan. Ironisnya, sejumlah aplikasi itu cukup populer dan banyak dipakai.
Diterbitkan Rabu, 26/06/2019 - 23:40 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita,
1 mnt baca -
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SOLO – Suatu hasil penelitian yang dilakukan selama dua tahun terakhir menemukan sekitar 2.040 aplikasi digital di Google Play Store berbahaya. Beberapa aplikasi smartphone tersebut dilengkapi surat izin yang mencurigakan. Ironisnya, sejumlah aplikasi itu cukup populer dan banyak dipakai.

Hasil penelitian yang dilakukan tim dari University of Sydney, Australia, serta Data 61 dari CSIRO menemukan sekitar satu juta aplikasi smartphone palsu memang tidak terdeteksi malware. Namun, aplikasi digital itu butuh izin untuk mengakses data yang tidak ada hubungannya dengan bisnis mereka.

Dikutip dari GSM Arena, Rabu (26/6/2019), peneliti menggunakan mesin khusus untuk menyaring aplikasi digital berbahaya di Google Play Store. Hasilnya, sekitar 7.246 aplikasi smartphone ditandai sebagai kategori berbahaya. Sementara 2.040 di antaranya dinyatakan palsu dan berisiko tinggi.

Peneliti juga menemukan 1.565 aplikasi digital yang mencurigakan. Selanjutnya, ada 1.407 aplikasi smartphone yang tidak nyaman dipakai karena terlalu banyak menampilkan iklan dari pihak ketiga. Berbagai aplikasi yang dilaporkan dalam hasil penelitian tersebut kini telah dihapus oleh tim Google.

Google menyebut laporan tentang aplikasi yang ditolak meningkat sekitar 55 persen dibandingkan 2018 lalu. Sementara jumlah aplikasi yang ditangguhkan juga meningkat, menjadi 66 persen. Sayangnya, Google tidak memperinci aplikasi mana saja yang masuk kategori berbahaya  tersebut.


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :
DataUtama

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini